PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Ramadhani, Febrina (2018) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (177Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Febrina Ramadhani. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Januari 2017. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar pada materi Persamaan Garis Lurus siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Mojolaban tahun pelajaran 2017/2018 setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Open-Ended; 2) mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika pada materi Persamaan Garis Lurus siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Mojolaban tahun pelajaran 2017/2018 setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Open-Ended. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data ketelaksanaan pembelajaran, data aktivitas belajar siswa, dan data pemahaman konsep matematika siswa. Data keterlaksanaan pembelajaran siswa dan aktivitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran. Untuk data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh dari tes yang dilakukan setiap akhir siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini setidaknya rata-rata presentase aktivitas belajar siswa mencapai 75% dan setidaknya 70% siswa mencapai level 2 pada setiap indikator pemahaman konsep matematika. Hasil penelitian adalah 1) berdasarkan hasil observasi, presentase rata-rata siswa aktivitas belajar siswa pada pra siklus sebesar 35,62%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 26,88% menjadi 62,5% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,68% menjadi 77,18%; 2) Berdasarkan hasil tes akhir siklus, untuk pemahaman konsep matematika siswa yang telah mencapai level 2 pada pra siklus untuk indikator menyatakan ulang suatu konsep sebesar 40%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 11,84% menjadi 51,84%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 19,06% menjadi 70,90%. Untuk indikator mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) pada pra siklus sebesar 43,34%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 15,91% menjadi 59,25%, dan pada siklus II mengalami peningkatan 14,95% menjadi 74,2%. Untuk indikator memberi contoh dan non contoh suatu konsep pada pra siklus sebesar 56,67%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 17,39% menjadi 74,06%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 0,14% menjadi 74,20%. Untuk indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representatif matematis pada pra siklus sebesar 33,33%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 29,63% menjadi 62,96% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 20,91% menjadi 83,87%. Untuk indikator mengembangkan syarat khusus dan syarat cukup suatu konsep pada pra siklus sebesar 23,34%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 43,32% menjadi 66,66%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 10,75% menjadi 77,41%. Untuk indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu pada pra siklus sebesar 33,33%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 25,93% menjadi 59,26%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,71% menjadi 70,97%. Untuk indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah pada pra siklus sebesar 36,67%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 22,58% menjadi 59,25%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,94% menjadi 74,19%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Mojolaban tahun pelajaran 2017/2018. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, Numbered Heads Together (NHT), pendekatan Open-Ended, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 15 May 2018 11:26
    Last Modified: 15 May 2018 11:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/41077

    Actions (login required)

    View Item