Screening Fitokimia Indonesia sebagai Inhibitor Reseptor Bone Morphogenetic Protein Tipe I pada Anemia Defisiensi Besi (Studi Molecular Docking)

ALHAQQ, ARINI (2018) Screening Fitokimia Indonesia sebagai Inhibitor Reseptor Bone Morphogenetic Protein Tipe I pada Anemia Defisiensi Besi (Studi Molecular Docking). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (15Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan global. Terapi utama ADB yaitu suplementasi besi per oral. Beberapa pasien tidak responsif terhadap terapi karena polimorfisme gen yang terlibat dalam homeostasis besi. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi hepsidin. Produksi hepsidin melalui jalur BMP (Bone Morphogenetic Protein)/ SMAD (Sma and Mother Against Decapentaplegic) dimulai dari interaksi BMP6 dengan BMPR-I. Salah satu terapi ADB yang sedang dikembangkan adalah molekul kecil inhibitor BMPR-I. Indonesia memiliki 9.600 spesies tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining senyawa fitokimia Indonesia yang berpotensi sebagai inhibitor BMPR-I pada ADB dengan pendekatan molecular docking. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian bioinformatika. Sampel penelitian ini adalah 517 fitokimia Indonesia dari database HerbalDB yang memenuhi kriteria Lipinski dan memiliki ID PubChem. Senyawa standar yang digunakan adalah LDN-193189. Struktur 3D LDN-193189 yang berikatan dengan BMPR-I subtipe ALK2 didapatkan dari Protein Data Bank dengan kode: 3Q4U. Validasi LDN-193189 dengan ALK2 dilakukan untuk mendapatkan skor docking dan lokasi ikatannya pada ALK2. Molecular docking antara fitokimia dengan ALK2 dilakukan dengan AutoDock Vina 1.12. Lokasi ikatan dan konformasi hasil docking divisualisasikan dengan PyMol 1.3 dan Chimera 1.12. Analisis dilakukan dengan membandingkan skor docking, lokasi ikatan, jenis ikatan, dan konformasi antara fitokimia dan LDN-193189. Hasil Penelitian: Skor docking LDN-193189 sebesar -11,3 kkal/mol. Fitokimia yang memiliki skor docking lebih rendah dari LDN-193189 yaitu BR-Xanthone A (-11,4 kkal/mol). Fitokimia dengan skor docking paling rendah setelahnya yaitu Withanolide D (-11,0 kkal/mol), Thwaitesixanthone (-11,0 kkal/mol), psi-Strychnine (-10,9 kkal/mol), Strychnine (-10,8 kkal/mol), Cathafiline (-10,6 kkal/mol), Sojagol (-10,6 kkal/mol), dan Chitranone (-10,6 kkal/mol). Fitokimia yang memiliki ikatan hidrogen pada ATP binding site ALK2 dan memiliki konformasi yang sesuai yaitu Cathafiline, BR-Xanthone A, dan Thwaitesixanthone. Simpulan: Fitokimia Indonesia yang berpotensi sebagai inhibitor BMPR-I pada ADB yaitu Cathafiline, BR-Xanthone A, dan Thwaitesixanthone. Kata Kunci: ADB, fitokimia Indonesia, inhibitor BMPR-I, molecular docking.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 12 May 2018 15:30
    Last Modified: 12 May 2018 15:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40997

    Actions (login required)

    View Item