ANALISIS PERBANDINGAN METODE SAW DAN TOPSIS PADA PEMILIHAN OPEN SOURCE LMS BERDASARKAN FAKTOR KUALITAS PERANGKAT LUNAK

Kuswara, Aprilla Paskarika (2018) ANALISIS PERBANDINGAN METODE SAW DAN TOPSIS PADA PEMILIHAN OPEN SOURCE LMS BERDASARKAN FAKTOR KUALITAS PERANGKAT LUNAK. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (556Kb)

    Abstract

    Sebagian implementasi Learning Management System (LMS) untuk e-learning mengalami kegagalan yang disebabkan pemilihan platform LMS yang tidak tepat oleh pemangku kepentingan. LMS sebagai perangkat lunak memiliki faktor kualitas seperti perangkat lunak lainnya. Permasalahannya, tidak semua pemangku kepentingan mengetahui mengenai pentingnya faktor kualitas sebagai parameter pemilihan platform LMS yang sesuai. Hal ini mendorong perlunya aplikasi untuk memilih LMS dengan faktor kualitas perangkat lunak sebagai parameter pemilihannya. Pada penelitian pemilihan LMS dilakukan dengan menerapkan metode SAW dan TOPSIS. Sebagai metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang banyak digunakan, SAW dan TOPSIS diharapkan memberikan hasil keputusan yang konsisten. Sehingga pada penelitian ini dilakukan perbandingan metode SAW dan TOPSIS pada pemilihan LMS dengan analisis korelasi. Pada penelitian digunakan Top 8 Open Source LMS, antara lain : ATutor, Chamilo, Dokeos, eFront, FormaLMS, ILIAS, Moodle dan Opigno yang dipilih dengan parameter delapan Faktor Kualitas ISO/IEC 25010. Langkah awal adalah mengumpulkan kode sumber Open Source LMS untuk selanjutnya diukur faktor kualitasnya dengan menggunakan PhpMetrics tools. Selanjutnya dilakukan pemilihan menggunakan metode SAW dan TOPSIS dengan menerapkan perubahan bobot kriteria. Hasil keputusan metode SAW dan TOPSIS dianalisis dengan Korelasi Pearson dan Korelasi Spearman untuk membandingkan kedua metode tersebut. Hasil pemilihan menunjukkan ILIAS menduduki peringkat pertama dan FormaLMS menduduki peringkat kedua. Sedangkan hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa Koefisien Korelasi Pearson adalah 0.90107 dan Koefisien Korelasi Spearman adalah 0,82440. Nilai koefisien tersebut menujukkan adanya hubungan yang erat antara metode SAW dan TOPSIS, yang berarti hasil keputusan kedua metode tersebut setara dan konsisten.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Informatika
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 12 May 2018 14:43
    Last Modified: 12 May 2018 14:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40992

    Actions (login required)

    View Item