HUBUNGAN KUALITAS SPERMA DAN UMUR SUAMI DENGAN KUALITAS EMBRIO PADA PASIEN YANG MENJALANI IN-VITRO FERTILIZATION DI KLINIK SEKAR RSUD dr MOEWARDI

LESTARIYANTO, DANU (2018) HUBUNGAN KUALITAS SPERMA DAN UMUR SUAMI DENGAN KUALITAS EMBRIO PADA PASIEN YANG MENJALANI IN-VITRO FERTILIZATION DI KLINIK SEKAR RSUD dr MOEWARDI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (344Kb)

    Abstract

    Studi menunjukkan adanya penurunan kualitas sperma pria pada beberapa dekade terakhir dan masih terdapat perbedaan mengenai pengaruh kualitas sperma terhadap kualitas embrio. Bertambahnya umur laki-laki berhubungan dengan kondisi abnormalitas sperma. Penelitian bertujuan mengkaji hubungan faktor laki-laki (kualitas sperma dan umur suami) dengan kualitas embrio pasien yang menjalani proses In-Vitro Fertilization. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif analitik dengan pendekatan case control study pada embrio pasien yang menjalani proses In Vitro Fertilization di Klinik Sekar RSUD dr Moewardi, Surakarta antara 1 Januari 2010 – 31 September 2017. Subyek penelitian adalah embrio pasien program IVF di Klinik Fertilitas Sekar Moewardi. Kelompok kasus adalah pasien IVF dengan embrio kualitas jelek. Kelompok kontrol adalah pasien IVF dengan embrio kualitas baik. Variabel yang diteliti usia suami, konsentrasi sperma sebelum preparasi, motilitas sperma sebelum preparasi, morfologi sperma sebelum preparasi, konsentrasi sperma sesudah preparasi, motilitas sperma sesudah preparasi. Faktor perancu dari pihak wanita adalah usia istri, endometriosis dan PCOS. Hasil: Didapatkan 276 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian terdiri dari 165 kontrol embrio baik dan 111 kasus embrio jelek. Terjadinya embrio jelek secara statistik tidak memiliki hubungan bermakna dengan usia suami (OR=1,18; p=0,616), konsentrasi sperma sebelum preparasi (OR=1,87; p=0,397), motilitas sperma sebelum preparasi (OR=0,66; p=0,793), morfologi sperma sebelum preparasi (OR=1,18; p=0,634), motilitas sperma sesudah preparasi (OR=7,39; p=0,232). Terjadinya embrio jelek secara statistik memiliki hubungan bermakna dengan konsentrasi sperma sesudah preparasi (OR=0,53; p=0,031). Kesimpulan: Konsentrasi sperma sesudah preparasi secara statistik memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya embrio kualitas jelek pada pasien IVF, usia ayah secara statistik tidak memiliki hubungan bermakna. Kata Kunci: Kualitas sperma, usia suami, kualitas embrio, IVF

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Obstetri Ginekologi
    Depositing User: Rifqi Imaduddin Irfan
    Date Deposited: 03 May 2018 18:39
    Last Modified: 03 May 2018 18:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40961

    Actions (login required)

    View Item