IMPLEMENTASI PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM KERANGKA DEMOKRASI LOKAL (STUDI KEGAGALAN PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA GEDANGAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO)

Syaranamual, Chintya Amelia (2018) IMPLEMENTASI PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM KERANGKA DEMOKRASI LOKAL (STUDI KEGAGALAN PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA GEDANGAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (707Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Chintya Amelia Syaranamual. 2018. E0014078. IMPLEMENTASI PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM KERANGKA DEMOKRASI LOKAL (STUDI KEGAGALAN PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA GEDANGAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO). Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penulisan Hukum ini mengkaji bagaimana implementasi proses pemilihan kepala desa di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dalam kerangka demokrasi lokal. Kedua bagaimana dampak kegagalan proses pelaksanaan pemilihan kepala desa bagi pemerintahan desa dan masyarakat Desa Gedangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan data sumber penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa kegagalan proses pemilihan Kepala Desa di Desa Gedangan dilatarbelakangi karena adanya beberapa faktor. Pertama dalam tahap pelaksanaan pemilihan Kepala Desa tahun 2016 dalam implementasi pelaksanaan seleksi tambahan dan test tertulis di Kabupaten tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kedua, masyarakat desa Gedangan tidak percaya terhadap panitia penyelenggara pemilihan utamanya di tingkat kabupaten sehingga masyarakat menolak hasil seleksi tambahan dan tes tertulis di tingkat Kabupaten. Ketiga, mayoritas panitia pemilihan kepala desa mengundurkan diri, kemudian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam musyawarah luar biasa, mengambil sikap mencabut mandate panitia Kepala Desa sehingga pelaksanaan pemilihan Kepala Desa berhenti pada tahap pencalonan. Dampak dari kegagalan proses pemilihan Kepala Desa di Desa Gedangan, dalam pemerintahan desa ialah dengan tidak adanya kepala desa Definitif maka kedudukan kepala desa dijabat oleh Penjabat Sementara Kepala Desa. Berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam hal pembuatan peraturan desa, selama kepemimpinan Penjabat Sementara Kepala Desa dirasa masih belum optimal sebab hanya 1 (satu) peraturan desa yang dapat dibuat. Namun dalam hal membina kerukunan dan keharmonisan masyarakat, PJ Kepala Desa dapat mengkondisikan dengan baik. Kemudian dampak bagi masyarsakat desa selama kepemimpinan Penjabat Kepala Desa yang merangkap dua jabatan, ada masyarakat yang merasa pelayanan kepada masyarakat kurang optimal. Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Kegagalan Pemilihan Kepala Desa, Demokrasi Lokal

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Rifqi Imaduddin Irfan
    Date Deposited: 03 May 2018 18:10
    Last Modified: 03 May 2018 18:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40955

    Actions (login required)

    View Item