Efektivitas Terapi Kombinasi Alpha Arbutin 4%, Vitamin C 2%, 4-N Buthyl Resorcinol 0,5%, dan Allantoin 1% Pada Melasma

UTAMI, RETNO DWI (2018) Efektivitas Terapi Kombinasi Alpha Arbutin 4%, Vitamin C 2%, 4-N Buthyl Resorcinol 0,5%, dan Allantoin 1% Pada Melasma. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (79Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Pendahuluan Melasma merupakanpenyebab paling umum hiperpigmentasi kulit wajah, sering ditemukan di poli rawat jalan dermatologi, umumnya dijumpai pada wanita usia reproduksi. Penatalaksanaan melasma melibatkan penggunaan agen depigmentasi topikal. Efikasi pengobatan monoterapi yang kurang dan tidak dapat diprediksi pada melasma menyebabkan berkembangnya bahan-bahan terapeutik kombinasi. Tujuan Krim kombinasi alpha arbutin4%, vitamin C2%, 4-n butyl resorcinol 0.5%, dan allantoin 1% dapat menurunkan indeks melanin pada melasma. Metode Penelitian eksperimental, double-blind randomized controlled trialdengan 60 sampel penderita melasma yang dibagi menjadi dua kelompok. Penelitian ini menggunakan krim kombinasi alpha arbutin4%, vitamin C2%, 4-n butyl resorcinol 0.5%, dan allantoin 1% dibandingkan dengan formula Kligman modifikasi (hidrokuinon 5%, tretinoin 0.025%, dan deksametason 0.1%). Penilaian dan pengukuran efektivitas krim dilakukan saat minggu ke-0, 2, 4, 6 dan.8, dengan penilaian skor MASI dan pengukuran indeks melanin menggunakan Mexameter. Analisis yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan, uji statistik dianggap bermakna apabila p<0.05. Hasil Antara kedua kelompok penelitian, terdapat perbedaan bermakna nilai indeks melanin pada minggu ke-0 (p=0.029), sedangkan tidak dijumpai perbedaan bermakna pada minggu ke-2 (p=0.222), ke-4 (p=0.121), ke-6 (p=0.237), dan ke-8 (p=0.219). Terdapat perbedaan bermakna nilai indeks eritema pada minggu ke-8 (p=0.021), sedangkan tidak terdapat perbedaan bermakna pada minggu ke-0 (p=0.169), ke-2 (p=0.050), ke-4 (p=0.050), dan ke-6 (p=0.066). Terdapat perbedaan bermakna skor MASI pada setiap kunjungan, yaitu minggu ke-0 (p=0.001), ke-2 (p=0.002), ke-4 (p=0.005), ke-6 (p=0.002), dan ke-8 (p=0.003). Untuk evaluasi efektivitas terapi didapatkan perbedaan bermakna kelompok 1 (p=0.026) dan kelompok 2 (p=0.002), dengan kelompok 1 memiliki nilai hubungan yang lebih rendah (coefisien contingency .267 vs .336) daripada kelompok 2. Kesimpulan Krim kombinasi alpha arbutin4%, vitamin C2%, 4-n butyl resorcinol 0.5%, dan allantoin 1% dapat digunakan sebagai pilihan terapi melasma. Kata kunci alpha arbutin, butyl resorcinol, melasma

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RL Dermatology
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
    Depositing User: Rifqi Imaduddin Irfan
    Date Deposited: 27 Apr 2018 15:33
    Last Modified: 27 Apr 2018 15:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40925

    Actions (login required)

    View Item