Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Daya Saing CPO Indonesia

Prasetyo, Agung (2018) Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Daya Saing CPO Indonesia. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Updated Version
Download (224Kb)

    Abstract

    Agung Prasetyo S641508001, “Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Daya Saing CPO Indonesia”. Program Magister Agribisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta, Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si dan Dr. Ir. Sri Marwanti, M.S. Pertumbuhan ekspor CPO Indonesia (3,83%) berada dibawah Malaysia (15,02%) dan Kolombia (49,78%), sementara kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika melemah sebesar 8,39% per tahun selama tahun 2010-2015. Secara teoritis, depresiasi nilai tukar rupiah akan meningkatkan ekspor CPO Indonesia, tetapi yang terjadi saat ini justru menunjukan hal yang sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan posisi daya saing CPO Indonesia di pasar dunia dan mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah terhadap volumen ekspor CPO Indonesia. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan adalah data deret waktu atau time series bulanan dari tahun 2010 - 2015. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Revealed Comparative Advantages (RCA) dan Constant Market Share (CMS) untuk mengetahui keunggulan komparatif CPO Indonesia. Metode Competitive Advantage Ratio (CAR) untuk mengetahui keunggulan kompetitif CPO Indonesia dan Error Correction Model (ECM) untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Hasil penelitian menunjukan Indonesia memiliki posisi daya saing komparatif yang lebih lemah dibandingkan negara produsen CPO lain di dunia seperti Malaysia, Kolombia dan Thailand. Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan luas lahan, biaya input dan tenaga kerja yang murah yang dibuktikan dengan analisis CAR. Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan lemah terhadap ekspor CPO Indonesia. Hal ini disebabkan oleh, pertama, diperlukan waktu untuk menghasilkan CPO siap ekspor. Kedua, importir tidak menyadari adanya perubahan harga dan adanya lag antara pengambilan keputusan dan waktu pemesanan CPO dari negara importir. Ketiga, faktor kebijakan dinegara importir seperti penolakan CPO Indonesia di Amerika Serikat tahun 2012 dan pengenaan tarif pajak bea masuk yang tinggi CPO Indonesia di Perancis. Keempat, produsen dan eksportir CPO dipengaruhi oleh faktor luar industri CPO seperti perkembangan harga minyak kedelai dan isu-isu negatif pada industri sawit. faktor terakhir lebih disebabkan pada eksportir Indonesia yang kurang kreatif dalam memasarkan produk CPO Indonesia. Kata Kunci : Daya saing, CPO, Nilai tukar, ECM

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Agribisnis - S2
    Depositing User: Rifqi Imaduddin Irfan
    Date Deposited: 27 Apr 2018 13:49
    Last Modified: 27 Apr 2018 13:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40907

    Actions (login required)

    View Item