Hubungan Global Longitudinal Strain Ventrikel Kiri dengan Kapasitas Fungsional Pasien Paska Infark Miokard Akut Dengan Six Minutes Walk Test (6 MWT)

WULANDARI, PIPIET (2018) Hubungan Global Longitudinal Strain Ventrikel Kiri dengan Kapasitas Fungsional Pasien Paska Infark Miokard Akut Dengan Six Minutes Walk Test (6 MWT). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (574Kb)

    Abstract

    Pipiet Wulandari, S511308002. 2018. Hubungan Global Longitudinal Strain Ventrikel Kiri Dengan Kapasitas Fungsional Pasien Paska Infark Miokard Akut Dengan Six Minutes Walk Test (6 MWT). Thesis, Pembimbing: DR. Trisulo Wasyanto, dr., SpJP(K), FIHA, FAPSC, FAsCC; Niniek Purwaningtyas, dr., Sp.JP (K), FIHA. Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang: Iskemia miokard pertama kali berdampak pada myofibril sub-endokardium sehingga abnormalitas pada fungsi longitudinal (longitudinal strain) dapat dideteksi sebelum tejadi penurunan fraksi ejeksi dan Global Longitudinal Strain (GLS) ventrikel kiri menunjukkan luas infark. Pemeriksaan 6 MWT merupakan uji untuk mengukur kapasitas fungsional pada populasi dengan gangguan sedang hingga berat dan menyediakan informasi tentang kemampuan pasien untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Tujuan: Mengetahui hubungan antara GLS ventrikel kiri dengan kapasitas fungsional, apakah pasien nilai GLS ventrikel kiri >-13,8% memiliki kapasitas fungsional yang lebih rendah daripada kelompok dengan GLS ventrikel kiri <-13,8%. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang. Pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA EST) dan tanpa elevasi segmen ST (IMA tanpa EST) yang menjalani perawatan di RSUD. DR. Moewardi, Surakarta, Jawa Tengah dan bersedia untuk dilakukan pemeriksaan ekokardiografi serta dilakukan uji latih sub maksimal 6 MWT sebelum rawat jalan/ pre-discharge atau saat kunjungan rawat jalan pertama. Hasil: Terdapat 50 pasien dengan 42 pasien dengan IMA EST dan 8 pasien dengan IMA tanpa EST. Pemeriksaan GLS ventrikel kiri dilakukan dalam 48 jam dan uji latih 6 MWT pada hari ke 5 (4-9) setelah onset infark. Pada uji T independen antara GLS >-13,8% dibanding GLS < -13,8% didapatkan terdapat beda rerata jarak tempuh pada 6 MWT (347,97 ± 65.49 meter dan 392,39 ± 49,44 meter; p=0,016) dan kapasitas fungsional (10,17 ± 1,3 ml/kg/min dan 11,04 ± 0,98 ml/kgBB/min; p= 0,018). Jarak tempuh saat uji latih 6 MWT yang menunjukkan kelompok GLS >-13,8% pada kurva ROC didapatkan titik potong jarak 375 meter dengan sensitifitas 72,2% dan spesifisitas 65,6%, nilai AUC 0,70 (IK 95%; 0,559-0,852; p= 0,017). Pada analisis multivariat, faktor yang mempengaruhi jarak 6 MWT adalah GLS ventrikel kiri dan usia dengan OR =7,967 untuk GLS >-13,8% (IK 95%= 1,669-38,030; p=0,009) dan OR =10,898 untuk usia > 60 th (IK 95%= 2,201-53,971; p=0.003). Kesimpulan: Kelompok GLS >-13,8% memiliki kapasitas fungsional yang lebih rendah dan nilai titik potong jarak 6 MWT yang menunjukkan kelompok GLS >-13,8% adalah 375 meter. Kata kunci: Infark miokard akut, GLS ventrikel kiri, kapasitas fungsional, 6 MWT.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 23 Apr 2018 17:17
    Last Modified: 23 Apr 2018 17:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40904

    Actions (login required)

    View Item