HEGEMONI BUDAYA KELUARGA BERENCANA PADA PEKERJA PEREMPUAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA (Analisis Fenomenologi terhadap Pekerja Perempuan yang Berkontrasepsi di Kecamatan Kartasura)

HANDHANI, MARINA TRI (2018) HEGEMONI BUDAYA KELUARGA BERENCANA PADA PEKERJA PEREMPUAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA (Analisis Fenomenologi terhadap Pekerja Perempuan yang Berkontrasepsi di Kecamatan Kartasura). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (230Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hegemoni budaya keluarga berencana pada pekerja perempuan di Kecamatan Kartasura, (2) faktor – faktor yang menyebabkan pekerja perempuan di Kecamatan Kartasura berkeluarga berencana, (3) dampak keluarga berencana pada pekerja perempuan di Kecamatan Kartasura, dan (4) kondisi kesejahteraan keluarga pekerja perempuan di Kecamatan Kartasura. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi yang melibatkan 10 informan utama dengan menggunakan teknik purposif sampling. Penelitian ini mengaplikasikan teori struktural fungsional atau teori taraf menengah dari Robert King Merton dan teori hegemoni dari Antonio Gramsci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja perempuan di Kecamatan Kartasura mengalami hegemoni budaya keluarga berencana yang ditandai oleh adanya kesadaran serta persetujuan pada program keluarga berencana. Budaya keluarga berencana dipengaruhi oleh faktor nilai budaya yang menempatkan masalah reproduksi sebagai tanggung jawab perempuan, kondisi perekonomian yang lemah, partisipasi aktif perempuan di dunia kerja, rendahnya partisipasi laki – laki dalam berkontrasepsi, tekanan psikologis bagi perempuan serta antisipasi terhadap kehamilan beresiko dan pemenuhan gizi anak melalui Air Susu Ibu. Keluarga berencana dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dampak positif menunjukkan fungsi dari sistem budaya keluarga berencana yang berupa keberhasilan dalam penundaan atau pembatasan kelahiran, kenyamanan bekerja, aktivitas seksual yang nyaman, kebutuhan ekonomi tercukupi, dan berkurangnya beban psikologis, sedangkan dampak negatifnya merupakan bentuk disfungsi atau konsekuensi negatif keluarga berencana yaitu rasa tidak nyaman selama dan setelah proses pemasangan alat kontrasepsi serta perubahan fisik dan gangguan kesehatan. Kata Kunci: Hegemoni budaya, keluarga berencana, pekerja perempuan, keluarga sejahtera

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Adhika Pri Ardhana
    Date Deposited: 17 Apr 2018 14:16
    Last Modified: 17 Apr 2018 14:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40852

    Actions (login required)

    View Item