PENGARUH PENGERINGAN BEKU DAN OVEN PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa

PUTRI, IGA MEIRIAN (2018) PENGARUH PENGERINGAN BEKU DAN OVEN PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1430Kb)

    Abstract

    Rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dan temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan bahan alam yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Indonesia. Rimpang temulawak dan temu ireng memiliki aktivitas antibakteri yang sebagian besar berasal dari komponen kurkuminoid dan minyak atsiri. Salah satu proses pengolahan komoditas obat adalah pengeringan simplisia. Pengeringan dengan menggunakan panas ternyata dapat merusak komponen aktif dalam bahan alam, sehingga metode pengeringan akan mempengaruhi kadar zat aktif ekstrak yang dihasilkan. Berdasarkan permasalahan yang ada, metode pengeringan beku (freeze drying) merupakan metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi degradasi zat aktif pada rimpang saat proses pengeringan. Penelitian ini menggunakan 2 variasi pengeringan, yaitu pengeringan oven dan pengeringan beku. Selain itu digunakan pula variasi konsentrasi ekstrak etanol rimpang, yaitu: 200 mg/ ml, 100 mg/ ml, 50 mg/ ml, dan 25 mg/ ml. Tween 80 10% digunakan sebagai kontrol negatif dan Ciprofoxacin 5μl/ml sebagai kontrol positif. Bakteri uji yang digunakan yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui dampak penggunaan pengeringan beku terhadap aktivitas antibakteri rimpang temulawak dan temu ireng hambat yang dihasilkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri rimpang temulawak maupun rimpang temu ireng terhadap S. aureus dan P. aeruginosa tidak menunjukkan perbedaan nyata (P> 0,05) antara rimpang kering oven dan kering beku terhadap zona hambat yang dihasilkan (P> 0,05). Kata kunci: rimpang temulawak, rimpang temu ireng, pengeringan beku, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Adhika Pri Ardhana
    Date Deposited: 16 Apr 2018 22:16
    Last Modified: 16 Apr 2018 22:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40826

    Actions (login required)

    View Item