Pembuatan Bahan Ferroelektrik Barium Titanat Didoping Strontium (Sr) Mengunakan Metode Kopresipitasi

Yasin, Miftah Alfi (2018) Pembuatan Bahan Ferroelektrik Barium Titanat Didoping Strontium (Sr) Mengunakan Metode Kopresipitasi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (457Kb)

    Abstract

    Pembuatan bahan ferroelektrik sampel barium titanat (BaTiO3) dan sampel BaTiO3 dengan variasi doping stronsium (Sr) yaitu 1%, 2%, 3% dan 5% telah dibuat menggunakan metode kopresipitasi. Dari kurva XRD, terbentuk polikristal untuk BaTiO3 dan doping Sr pada BaTiO3, selain puncak BaTiO3, terlihat puncak BaCO3, adanya puncak BaCO3 menandakan sebagai bahan pengotor. Puncak XRD tertinggi terlihat sudut sekitar 31,6o dengan orientasi [101] sedang puncak pengotor pada sudut sekitar 70.5o dengan orientasi [212]. Berdasarkan puncak yang terbentuk, diperoleh tingkat kekristalan yaitu 97,64%, 96,28%, 97,46%, 97,42%, dan 97,62% untuk doping Sr 0%, 1%, 2%, 3% and 5%. Selain itu, ukuran kristal untuk masing-masing doping Sr pada orientasi [101] adalah 38 nm, 34 nm, 37 nm, 35 nm, dan 34 nm yang dihitung dari persamaan Scherrer. Ukuran kristal cenderung menurun seiring meningkatnya doping Sr. Hal ini menunjukkan bahwa banyak atom Sr yang menggantikan atom Ba dalam struktur tetragonal. Tingkat kekasaran sampel dihitung dari morfologi SEM. Tingkat kekasaran untuk masing-masing doping Sr adalah 1186 nm, 997 nm, 970 nm, 889 nm, and 1132 nm untuk doping Sr 0%, 1%, 2%, 3% and 5%. Selanjutnya, ukuran kristal BaCO3 adalah 0,5 nm, 30 nm, 32 nm, 0,06 nm, dan 34 nm untuk setiap doping Sr. kecuali 5%, kekasaran meningkat saat doping Sr meningkat. Hal ini disebabkan karena penurunan volume BaTiO3 dihambat oleh BaCO3 karena ukuran kristal BaTiO3 sama dengan ukuran kristal BaCO3. Dari RLC meter, dievaluasi bahwa doping Sr pada BaTiO3 mempengaruhi konstanta dielektrik. Konstanta dielektrik adalah 269, 187, 187, 226, dan 206 untuk masing-masing doping Sr 0%, 1%, 2%, 3% and 5%. Konstanta dielektrik paling tinggi pada doping Sr 3% karena pengotor kristal paling kecil. Terakhir, karakterisasi Sawyer Tower mengkonfirmasi kurva histerisis untuk setiap doping Sr. Semua kurva histerisis menunjukkan bahwa doping Sr pada BaTiO3 adalah bahan ferroelektrik.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Q Science > QC Physics
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 15 Apr 2018 14:57
    Last Modified: 15 Apr 2018 14:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40774

    Actions (login required)

    View Item