MORFOLOGI KOTA NEIRA 1753-1864

Evi, Zulyani (2018) MORFOLOGI KOTA NEIRA 1753-1864. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (695Kb)

    Abstract

    Penelitian ini memiliki tiga tujuan; yaitu untuk mengetahui pola tata ruang Kota Neira pada 1753-1864, arsitektur bangunan, dan pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap morfologi kota. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dengan heuristik, yakni pengumpulan data dari sumber-sumber sejarah sezaman. Selanjutnya adalah kritik sumber, yakni membandingkan dan mengkritik sumber sejarah untuk memperoleh data yang valid. Kemudian interpretasi, yakni tahap menganalisis data sehingga diperoleh fakta. Terakhir adalah menuliskan sejarah atau historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tata ruang Kota Neira terdiri dari pusat pemerintahan, pusat pertahanan, dan pusat perekonomian. Pola permukiman terbagi berdasarkan etnis, yakni permukiman Cina, permukiman Eropa, dan permukiman pribumi. Permukiman yang mulanya terkonsentrasi di sebelah barat mulai bergeser ke timur menjauh dari gunung api sebagai upaya meminimalisir dampak letusan. Arsitektur Kota Neira pada masa VOC tidak memiliki orientasi yang jelas. Di bawah pemerintahan Daendels (1800-1811), arsitektur kota mulai dipengaruhi gaya imperial yang berbau Prancis. Pendudukan Inggris yang singkat tidak begitu banyak memberikan warna pada arsitektur Kota Neira. Saat kekuasaan diambil alih kembali oleh Belanda, pemerintah kolonial mulai membangun bangunan-bangunan mewah. Kebijakan pemerintah kolonial mengenai status wilayah administratif Kota Neira turut mempengaruhi morfologi kota. Pada masa VOC, Banda adalah ibu kota provinsi (Gouvernement van Banda). Kota Neira dijadikan pusat pertahanan dan permukiman gubernur jenderal Hindia Belanda. Keruntuhan VOC dan masa-masa transisi membawa perubahan bagi status wilayah Kepulauan Banda. Pada 1817, statusnya berubah menjadi resident atau setingkat kabupaten. Kebijakan penghapusan monopoli rempah dan penerapan perdagangan bebas pada 1864 juga membuat para perkenier tidak berdaya. Banyak di antara mereka yang menjual kebun dan aset-aset di Kota Neira sehingga membuat dinamika kawasan ini menurun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah morfologi Kota Neira pada tahun 1753-1864 memperlihatkan potret dinamika kota metropolis yang kian menyurut karena berbagai faktor diantaranya bencana alam dan kebijakan kolonial.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 12 Apr 2018 22:00
    Last Modified: 12 Apr 2018 22:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40756

    Actions (login required)

    View Item