Pengaruh Terapi Biofeedback Terhadap Kecemasan dan Kualitas Hidup Pasien Dispepsia Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

DWP, WINARNI DIAN (2018) Pengaruh Terapi Biofeedback Terhadap Kecemasan dan Kualitas Hidup Pasien Dispepsia Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (190Kb)

    Abstract

    Latar Belakang : Dispepsia, penyakit dengan perjalanan kronis, sering kambuh, sering berdampingan gangguan psikologis (kecemasan), dan berdampak kuat pada health‐related quality of life (Micut et al., 2012). Biofeedback sebagai salah satu modalitas pengobatan non farmakologi berperan pada kronisitas terutama gangguan fisik seperti dispepsia berkomorbid kecemasan (Sadock et al., 2017). Tujuan Penelitian : mengetahui pengaruh terapi biofeedback terhadap kecemasan dan kecemasan pasien dispepsia di Poli Penyakit Dalam RS UNS Surakarta. Metode : menggunakan Randomized controlled trial (RCT) pada Oktober - Desember 2017. Subjek penelitian adalah pasien dispepsia usia 18 - 60 tahun, membaca menulis dan komunikasi bahasa Indonesia, kooperatif dilakukan biofeedback, tidak alami gangguan jiwa berat dan tidak komsumsi obat adrenergic blocker (proponolol). Tehnik pengambilan sampel consecutive sampling, masing-masing jumlah subjek kelompok perlakuan dan kontrol 16 subjek. Data subjek berdasar skor kecemasan dengan Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS) dan kualitas hidup dispepsia dengan The Nepean Dyspepsia Index( NDI). Data diolah dan dianalisis Paired Sample T test dan SPSS 17. Hasil : Hasil post-test rata-rata penurunan skor T-MAS 20,0625 dan 23,625 kelompok perlakuan dan kontrol sedang rata-rata penurunan skor NDI 22,750 dan 27,9375. Setelah dilakukan uji t test sampel independent diperoleh nilai t 0,003 dengan p 0,003 < 0,05 pada skor T-MAS dan nilai t sebesar 2,560 dengan p 0,031 < 0,05 pada skor NDI. Sehingga terdapat perbedaan terapi biofeedback dan terapi standar terhadap penurunan skor T-MAS dan penurunan skor NDI sebelum dan setelah dilakukan terapi biofeedback. Kesimpulan : Terapi biofeedback signifikan dapat menurunkan skor kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien dispepsia. Kata Kunci: biofeedback, kecemasan, dispepsia, kualitas hidup dispepsia.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Psikiatri
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 12 Apr 2018 17:36
    Last Modified: 12 Apr 2018 17:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40744

    Actions (login required)

    View Item