EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING PADA PRESTASI BELAJAR DAN ASPEK AFEKTIF MATEMATIKA UNTUK MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI SELF-EFFICACY SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR

PUTRI, UNING HAPSARI (2018) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING PADA PRESTASI BELAJAR DAN ASPEK AFEKTIF MATEMATIKA UNTUK MATERI LINGKARAN DITINJAU DARI SELF-EFFICACY SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (393Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui manakah yang menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika siswa yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif LC7E-BBL, LC7E, atau model pembelajaran konvensional pada materi pokok garis singgung persekutuan dua lingkaran; 2) mengetahui manakah yang menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika siswa yang lebih baik antara siswa dengan self efficacy tinggi, sedang, rendah pada materi pokok garis singgung persekutuan dua lingkaran; 3) mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, kategori self efficacy manakah yang menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika siswa yang lebih baik pada materi pokok garis singgung persekutuan dua lingkaran; 4) mengetahui pada masing-masing kategori self efficacy, model pembelajaran manakah yang menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika siswa yang lebih baik pada materi pokok garis singgung persekutuan dua lingkaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Karanganyar. Sampel yang digunakan yaitu 9 kelas dengan jumlah total siswa kesembilan kelas tersebut adalah 291 siswa. Penelitian ini menggunakan stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika, angket aspek afektif matematika dan angket Self Efficacy. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi belajar matematika, angket aspek afektif matematika, dan angket Self Efficacy terlebih dahulu diujicobakan. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi multivariat satu jalan dengan sel tak sama. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi multivariat dua jalan dengan sel tak sama. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran LC7E-BBL menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran LC7E, model pembelajaran LC7E-BBL menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional, dan model pembelajaran LC7E menghasilkan prestasi belajar dan aspek afektif matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional;. (2) siswa dengan SE tinggi mempunyai prestasi belajar dan aspek afektif matematika yang sama baiknya dengan siswa yang mempunyai SE sedang, siswa dengan SE tinggi mempunyai prestasi dan aspek afektif matematika yang lebih baik dibandingkan siswa dengan SE rendah dan siswa dengan SE sedang mempunyai prestasi belajar dan aspek afektif matematika yang lebih baik dibandingkan siswa dengan SE rendah; (3) Pada prestasi belajar matematika, untuk masing-masing model pembelajaran (LC7E-BBL, LC7E, dan konvensional) diperoleh hasil bahwa siswa dengan SE tinggi dan SE sedang mempunyai prestasi belajar yang sama baiknya, sedangkan siswa dengan SE tinggi dan SE sedang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik baik dibandingkan siswa dengan SE rendah. Pada aspek afektif, untuk masing-masing model pembelajaran (LC7E-BBL, LC7E, dan konvensional) diperoleh hasil bahwa siswa dengan SE tinggi mempunyai aspek afektif yang lebih baik dibandingkan siswa dengan SE sedang dan SE rendah, serta siswa dengan SE sedang mempunyai aspek afektif yang lebih baik dibandingkan siswa dengan SE rendah, dan (4) pada prestasi belajar matematika untuk masing-masing kategori SE (SE tinggi, SE sedang, dan SE rendah), model pembelajaran LC7E-BBL lebih baik dibandingkan model pembelajaran LC7E dan model pembelajaran konvensional, model pembelajaran LC7E sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional, kemudian pada aspek afektif matematika, model pembelajaran LC7E-BBL menghasilkan lebih baik dibanding model pembelajaran LC7E dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran LC7E sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional baik secara umum maupun jika ditinjau pada masing-masing tipe SE siswa. Kata kunci: prestasi belajar matematika, aspek afektif matematika, model pembelajaran kooperatif learning cycle 7E, pendekatan pembelajaran brain based learning, self efficacy.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 12 Apr 2018 16:53
    Last Modified: 12 Apr 2018 16:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40734

    Actions (login required)

    View Item