MISI KATOLIK DI KALIMANTAN BARAT 1905-1961

RIAN, RIAN (2018) MISI KATOLIK DI KALIMANTAN BARAT 1905-1961. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (567Kb)

    Abstract

    Penelitian ini membahas tentang Misi Katolik di Kalimantan Barat pada tahun 1905-1961. Tahun 1905 adalah awal kedatangan misionaris Ordo Kapusin di Kalimantan Barat, sedangkan tahun 1961 adalah tahun berdirinya hierarki Gereja Katolik di Kalimantan Barat, ditandai dengan berdirinya tiga keuskupan di Kalimantan Barat yaitu Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sintang, dan Keuskupan Ketapang. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini mengunakan metode sejarah yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interprestasi penulis dan historiografi. Sumber didapat dengan menggunakan dokumen-dokumen resmi yang diterbitkan oleh pemerintah kolonial Belanda maupun terbitan yang dikeluarkan para misionaris, di antaranya yaitu Besluit, Borneo Almanak, Het Missiewerk, Indisch Missie Tijdschrift, Koloniaal Missie Tijdschrift, Missive van Gouverneur, MvO, dan Staatsblad. Selain itu dilengkapi pula dengan sumber-sumber sekunder yang didapatkan dari buku-buku referensi, jurnal, dan sumber dari internet. Sumber-sumber yang terkumpul dianalisis isinya kemudian disajikan dalam bentuk tulisan deskriptif analisis secara kronologis. Berdasarkan analisis terhadap sumber-sumber yang telah terkumpul dapat disimpulkan bahwa Misi Katolik di Kalimantan Barat dimulai pada penduduk non-muslim yaitu orang Tionghoa di daerah pantai dan baru kemudian pada orang Dayak di daerah pedalaman. Usaha dan media pengembagan misi di Kalimantan Barat antara lain ditempuh dengan cara membangun lembaga pelayanan sosial, seperti sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai kursus pengetahuan dan keterampilan. Misi telah menyebabkan munculnya masyarakat intelektual di antara orang-orang Dayak dan Tionghoa melalui pendidikan yang dijalankan oleh misi. Alumni sekolah-sekolah misi menjadi generasi Katolik pertama dan mereka menjadi kaum terpelajar dari daerah asal mereka. Misi mempunyai pengaruh besar dalam menumbuhkan dan menguatkan identitas suku Dayak, bahkan, Gereja Katolik berperan dalam pembentukan Partai Persatuan Dayak, sehingga Gereja Katolik dapat mempersatukan suku Dayak yang beragam dalam satu identitas kesukuan berdasarkan agama.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Zainur Rohman
    Date Deposited: 10 Apr 2018 11:24
    Last Modified: 10 Apr 2018 11:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40695

    Actions (login required)

    View Item