EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016/2017

Bayuningsih, Anisa Septi (2018) EKSPERIMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016/2017. Masters thesis, Universtas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1153Kb)

    Abstract

    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran PBL, PBL-S atau pembelajaran langsung, 2) manakah yang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang atau rendah, 3) pada masing-masing model pembelajaran (PBL, PBL-S dan Langsung) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang atau rendah, 4) pada masing-masing tingkat kemandirian belajar siswa, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran PBL, PBL-S dan Langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 33. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP negeri di Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan stratified cluster random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ada 9 kelas dengan 313 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket kemandirian belajar siswa. Uji coba instrumen meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan uji Anava satu jalan dengan sel tak sama. Teknik Analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dan dilanjutkan uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Scheffe. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Prestasi belajar matematika siswa menggunakan model PBL-S lebih baik daripada model pembelajaran PBL dan pembelajaran langsung, serta model pembelajaran PBL menghasilkan prestasi lebih baik daripada pembelajaran langsung. 2) Prestasi belajar matematika siswa dengan tingkat kemandirian belajar tinggi lebih baik dibandingkan prestasi belajar siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah. Prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan tingkat kemandirian belajar belajar rendah. 3) Pada masing-masing kategori kemandirian belajar siswa, model pembelajaran PBL-S menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran PBL dan pembelajaran langsung, serta model pembelajaran PBL menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada pembelajaran langsung. 4) Pada masing-masing model pembelajaran, siswa dengan dengan kategori kemandirian belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan kategori kemandirian belajar sedang dan rendah, serta siswa dengan kategori kemandirian sedang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kategori kemandirian rendah. Kata kunci: PBL, Scaffolding, pembelajaran Langsung, Kemandirian Belajar dan prestasi belajar

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 07 Apr 2018 16:17
    Last Modified: 07 Apr 2018 16:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40610

    Actions (login required)

    View Item