Praktik Sosial Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Sebagai Cagar Budaya (Studi Kasus Pada Masyarakat Sekitar Situs Cagar Budaya Manusia Purba di Sangiran)

KUSMARTANTI, DWIANA (2018) Praktik Sosial Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Sebagai Cagar Budaya (Studi Kasus Pada Masyarakat Sekitar Situs Cagar Budaya Manusia Purba di Sangiran). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (856Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dwiana Kusmartanti, 2017, S251308010, Praktik Sosial Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Sebagai Cagar Budaya (Studi Kasus Pada Masyarakat Sekitar Situs Cagar Budaya Manusia Purba di Sangiran), Tesis Program Stud iSosiologi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing I: Dr. Argyo Demartoto,M.Si. II Drs. Yulius Slamet,M.Sc.,Ph.D Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis praktik pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, mengetahui habitus masyarakat, mengetahui modal (ekonomi, budaya, sosial, simbolik) ,mengetahui arena masyarakat di sekitar Museum Sangiran dan mengetahui profil Sangiran sebagai Cagar Budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui informan, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling menggunakan maximum variation sampling atau sampel variasi maksimum yaitu memilih informandengan karakteristik informan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMPS), tokohmasyarakatdanmasyarakatsetempat. Praktik sosial yang dilakukan masyarakat di sekitar Situs Sangiran terdiri dari lima praktik sosial. Masyarakat local Sangiran yang bekerja sebagai pemandu wisata di Sangiran melakukan praktik social yaitu: (1) memandu peneliti dan wisatawan selama berkunjung ke Sangiran (2) memberikan informasi mengenai Sangiran kepada pengunjung dan (3) mendampingi BPSMPS dalam penelitian/ekskavasi fosil. Bagi aktor yang terdiri dari pedagang souvenir,pengrajin souvenir, dan penjual makanan di Sangiran memiliki praktik sosial yang berlandaskan kepada motif ekonomi untuk meningkatkan penghasilan dari banyaknya kunjungan di Sangiran. Praktik sosial yang dilakukan adalah menjual komoditas local untuk dipasarkan di Museum Sangiran berupa souvenir khas dan makanan minuman. Praktik social selanjutnya dilakukan oleh kelompok kesenian lokal “TeaterSangir” yang mementaskan drama Legenda Balung Buto dan kesenian tuthuk lesung untuk menunjang pariwisata Museum Sangiran dan mengenalkan “LegendaBalungButo” sebagai identitas Sangiran. Praktik social keempat, dilakukan oleh tenaga lokal yang bertugas membantu penggalian fosil dan menyerahkan fosil temuan kepada BPSMPS dan praktik social kelima merupakan praktik sosial yang bersifat merusak kelestarian Situs Sangiran yaitu penjualan dan pemalsuan fosil kepada pengunjung Sangiran. Kata kunci: Praktik, Habitus, Modal, Ranah,Cagar Budaya

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 04 Apr 2018 15:15
    Last Modified: 04 Apr 2018 15:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40564

    Actions (login required)

    View Item