Hubungan Tingkat Depresi dan Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS di Surakarta

Sahusiwa, Ananda Chaerunnisa Patti (2018) Hubungan Tingkat Depresi dan Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS di Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (237Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: HIV/AIDS kini merupakan salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global dalam Millennium Development Goals (MDGs). Dari tahun ke tahun, kasus HIV/AIDS dilaporkan mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia dan khususnya di Surakarta. Kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, artinya kasus yang dilaporkan hanya sebagian kecil yang ada di masyarakat. Kondisi fisik yang memburuk, ancaman kematian, serta tekanan sosial yang begitu hebat menyebabkan pasien dengan HIV/AIDS cenderung mengalami masalah emosional yaitu depresi. Karena HIV/AIDS merupakan penyakit yang parah yang memiliki efek besar pada semua aspek kehidupan, sehingga evaluasi terhadap kualitas hidup menjadi sangat penting. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat depresi dan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS di Surakarta yang melakukan kontrol rutin di Klinik VCT RSUD Dr. Moewardi. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2017dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 28 subjek yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran tingkat depresi dilakukan dengan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI). Pengukuran kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS menggunakan The World Health Organization – Quality of Life (WHO-QOL). Data dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Dari uji normalitas didapatkan nilai signifikansi atau probabilitas < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa persebaran data pada penelitian ini tidak normal. Kemudian berdasarkan uji linearitas didapatkan hasil hubungan antara tingkat depresi dan kualitas hidup bersifat linier (p < 0.05). Dengan ini maka asumsi linearitas terpenuhi. Dari uji korelasi Spearman didapatkan hasil p < 0.05, hubungannya kuat (r = -0.784) Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Surakarta. Semakin tinggi tingkat depresi maka semakin rendah kualitas hidup pasien dengan HIV/AIDS di Surakarta, dan sebaliknya. Kata Kunci: tingkat depresi, kualitas hidup, HIV/AIDS

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 28 Mar 2018 21:39
    Last Modified: 28 Mar 2018 21:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40388

    Actions (login required)

    View Item