Korelasi Antara Status Hiperferitinemi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Pasien Thalassemia Beta Mayor

Ningrum, Witri Widiati (2018) Korelasi Antara Status Hiperferitinemi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Pasien Thalassemia Beta Mayor. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (268Kb)

    Abstract

    Pendahuluan: Thalassemia merupakan kelainan genetik autosomal resesif yang diturunkan. Thalassemia ini terjadi karena adanya kecacatan yang terjadi pada gen yang mensintesis hemoglobin. Jika satu dari gen beta hemoglobin terjadi kecacatan, kondisi tersebut dikatakan Thalassemia Beta Minor. Jika kedua dari gen beta hemoglobin mengalami kecacatan maka kondisi ini disebut Thalassemia Beta Mayor. Orang dengan thalassemia beta mayor memerlukan transfusi darah secara berkala dan seumur hidup untuk mempertahankan tingkat hemoglobin. Pasien TBM yang berkegantungan transfusi darah akan mengalami kelebihan zat besi. Karena itu, mereka memerlukan pengobatan dengan chelator besi. Obat khelasi besi dapat menyebabkan peningkatan kreatinin serum, proteinuria, dan bahkan gagal ginjal. . Iron overload, anemia kronik dan hipoksia kronis serta efek nefrotoksik dari terapi khelasi besi merupakan faktor penyebab utama dari terjadinya gangguan fungsi ginjal pada pasien TBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status hiperferitinemi dan gangguan fungsi ginjal pada pasien thalassemia beta mayor. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor-faktor risiko dengan efek. Penelitian dilakukan di RSUD DR. Moewardi dengan sampal sebanyak 56 orang pasien Thalassemia Beta Mayor. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Variabel bebas adalah Status Hiperferitinemi dan variabel terikat adalah Gangguan Fungsi Ginjal pada Pasien Thalassemia Beta Mayor yang diukur dengan Rasio Albumin Kreatin Urin (RAKU). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman. Hasil: Dari 56 pasien Thalassemia Beta Mayor, hasil analisis Spearman didapatkan pasien yang mengalami hiperferitinemi dengan kadar RAKU ≥30 sebanyak 7 orang, pasien yang mengalami hiperferitinami dengan kadar RAKU <30 sebanyak 18 orang, dan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Mar 2018 14:55
    Last Modified: 28 Mar 2018 14:55
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40335

    Actions (login required)

    View Item