Uji Toksisitas Akut Biji Kapulaga (Amomum cardamomum) pada Tikus Wistar berdasarkan LD50 dan Gejala Klinis

AZZAHRO, SARAH (2018) Uji Toksisitas Akut Biji Kapulaga (Amomum cardamomum) pada Tikus Wistar berdasarkan LD50 dan Gejala Klinis. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (453Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Kapulaga (Amomum cardamomum) dipercaya mengandung berbagai khasiat terutama bagian biji. Berbagai penelitian telah membuktikan manfaat dari kapulaga di bidang kesehatan. Mengacu pada Perka BPOM RI No.13 2014 tentang Pedoman Uji Klinik Obat Herbal, disebutkan bahwa untuk menuju kepada pemanfaatan di pelayanan kesehatan, obat herbal tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan keamanan dan efektivitasnya dengan dilengkapi oleh bukti dukung yang sesuai berupa data toksisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji batas keamanan dari penggunaan ekstrak biji kapulaga serta mendapatkan data mengenai potensi toksisitasnya. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain Post-test Only Control Group Design. Metode uji toksisitas akut yang digunakan adalah OECD 420 (Fixed Dose Procedure). Parameter yang digunakan adalah LD50; gejala klinis; dan kategori GHS. Sampel berupa tikus Wistar betina yang didapatkan dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini terdiri atas tahap aklimatisasi, uji pendahuluan, dan uji utama. Uji pendahuluan dimulai dari dosis 300 mg/kgBB dan dilanjutkan dengan dosis 2000 mg/kgBB pada satu ekor tikus untuk mendapatkan dosis awal uji utama. Uji utama dilakukan terhadap 10 ekor tikus yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Dosis diberikan per oral melalui sonde lambung setelah tikus dipuasakan. Pengamatan terhadap kematian dan gejala toksik dilakukan pada seluruh hewan uji tiap 30 menit hingga 4 jam setelah pemberian dosis pada hari pertama dan diobservasi sekali sehari selama 14 hari. Hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Pada uji pendahuluan dengan dosis 300 mg/kgBB yang dilanjutkan dengan dosis 2000 mg/kgBB, keduanya tidak ditemukan adanya kematian maupun gejala toksik pada hewan uji sehingga uji pendahuluan diakhiri dan dosis awal uji utama adalah 2000 mg/kgBB. Hasil pengamatan uji utama menunjukkan bahwa tidak didapatkan adanya gejala toksisitas dan kematian pada seluruh hewan uji hingga hari ke-14 sehingga senyawa uji memiliki nilai semu LD50 >2000 mg/kgBB, termasuk “Praktis Tidak Toksik” dalam kriteria Loomis 1987, berada pada kategori 5 klasifikasi GHS, dan termasuk tidak berbahaya. Simpulan: Ekstrak biji kapulaga (Amomum cardamomum) tidak bersifat toksik akut dilihat dari LD50; gejala klinis; dan kategori GHS.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Mar 2018 13:18
    Last Modified: 28 Mar 2018 13:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40281

    Actions (login required)

    View Item