Pengaruh Ekstrak Etanolik Biji Kelor (Moringa oleifera,Lam) terhadap Ekspresi ICAM-1 pada Arteri Carotis Interna dan Jaringan Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sindrom Metabolik

PUTRI, RANI LUTHFIANY (2018) Pengaruh Ekstrak Etanolik Biji Kelor (Moringa oleifera,Lam) terhadap Ekspresi ICAM-1 pada Arteri Carotis Interna dan Jaringan Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sindrom Metabolik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (228Kb)

    Abstract

    Rani Luthfiany Putri, G0014195, 2017. Pengaruh Ekstrak Etanolik Biji Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Ekspresi ICAM-1 pada Arteri Carotis Interna dan Jaringan Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sindrom Metabolik. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Sindrom metabolik berkaitan dengan inflamasi kronis akibat peningkatan radikal bebas yang berdampak meningkatkan ekspresi ICAM-1. Ekspresi ICAM-1 yang tinggi meningkatkan progesivitas pembentukan lesi aterosklerosis yang matur. Biji kelor mengandung senyawa metabolit sekunder yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik biji kelor terhadap ekspresi ICAM-1 pada arteri carotis interna dan jaringan otak tikus putih (Rattus norvegicus) sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan metode eksperimental murni posttest only with control group design. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu K1 (kontrol) diberi pakan standar, K2 diberi pakan tinggi lemak tinggi fruktosa tanpa ekstrak biji kelor, K3 diberi pakan tinggi lemak tinggi fruktosa dan ekstrak biji kelor dosis 1 (150 mg/kgBB), K4 diberi pakan tinggi lemak tinggi fruktosa dan ekstrak biji kelor dosis 2 (200 mg/kgBB). Sindrom metabolik dicapai dengan pemberian kuning telur bebek 2cc/200gBB, minyak teroksidasi 1cc/200gBB, lemak sapi 2cc/200gBB dan fruktosa 0,36gram/200gBB selama 53 hari. Penelitian pemberian ekstrak biji kelor dilakukan selama 28 hari. Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak biji kelor terhadap ekspresi ICAM-1 pada jaringan otak dianalisis menggunakan one way ANOVA dan posthoc Tukey HSD, sedangkan efek ekstrak biji kelor terhadap ekspresi ICAM-1 pada arteri carotis interna diuji dengan Kruskall Wallis dan posthoc Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Dari hasil uji one way ANOVA terdapat perbedaan bermakna ekspresi ICAM-1 pada jaringan otak antar kelompok (p < 0,05). Hasil uji Tukey HSD didapatkan adanya perbedaan bermakna ekspresi ICAM-1 pada jaringan otak tiap antar kelompok (p < 0,05). Hasil uji Kruskall Wallis menunjukan perbedaan ekspresi ICAM-1 pada arteri carotis interna yang bermakna antar kelompok (p < 0,05). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan adanya perbedaan bermakna ekspresi ICAM-1 tiap antar kelompok kecuali antara K3-K4 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanolik biji kelor dengan dosis 150 mg/kgBb dan 200 mg/kgBb berpotensi menurunkan ekspresi ICAM-1 pada arteri carotis interna dan jaringan otak tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar sindrom metabolik, secara bermakna. Kata Kunci: ekstrak etanolik biji kelor, ekspresi ICAM-1 arteri carotis interna, ekspresi ICAM-1 jaringan otak, sindrom metabolik

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Mar 2018 11:50
    Last Modified: 28 Mar 2018 11:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40258

    Actions (login required)

    View Item