Hubungan antara asupan kalsium dengan height velocity pada penderita talasemia β mayor

ISKANDAR, NURDIN AJI (2018) Hubungan antara asupan kalsium dengan height velocity pada penderita talasemia β mayor. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (55Kb)

    Abstract

    Latar Belakang. Talasemia menyebabkan iron overload sehingga mengganggu kelenjar endokrin yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme kalsium dan gangguan pertumbuhan. Salah satu ciri pertumbuhan seorang anak adalah bertambah tinggi badan. yang dapat di evaluasi dengan menghitung height velocity. Salah satu faktor yang mempengaruhi height velocity adalah asupan kalsium yang cukup pada saat sebelum pubertas. Kalsium adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Namun berapa besar jumlah asupan yang dapat mempengaruhi height velocity masih belum dapat dijelaskan secara rinci. Tujuan. Mengetahui hubungan antara asupan kalsium terhadap height velocity penderita talasemia beta mayor. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang retrospektif, Penelitian dilakukan di Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak UNS-RSUD Dr. Moewardi, Subyek penelitian adalah penderita talasemia β mayor yang dirawat di RSUD Dr Moewardi mulai tanggal 01 Oktober 2017 sampai 30 November 2017 berusia 5-10 tahun disertakan dalam penelitian. Data dianalisis menggunakan program SPSS 17.0. Karakteristik dasar subyek (usia, jenis kelamin, status gizi, jumlah asupan kalsium, lama transfusi, height velocity, kadar feritin) dideskripsikan dalam persentase. Hubungan jumlah asupan kalsium dan height velocity di uji menggunakan Uji chi square. Penelitian ini telah disetujui oleh komite etik RS Dr. Moewardi Surakarta. Hasil. Didapatkan subyek penelitian sebanyak 35 anak penderita talasemia β mayor. Jumlah subyek dengan asupan kalsium yang kurang dan mengalami gangguan pertumbuhan sebanyak 7 anak (87,5%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan height velocity. Asupan kalsium yang kurang adalah faktor risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak – anak penderita talasemia β mayor berumur antara 5 - 10 tahun dengan {OR =2.000 (0.204-19.618) ;p = 1,000 (p>0,05)} walaupun secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan height velocity pada subyek talasemia β mayor.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Mar 2018 11:16
    Last Modified: 28 Mar 2018 11:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40242

    Actions (login required)

    View Item