PENGARUH TIPE PERSILANGAN TERHADAP HASIL BUAH NAGA JENIS PUTIH (Hylocereus undatus)

MUTIA, MELLANI (2008) PENGARUH TIPE PERSILANGAN TERHADAP HASIL BUAH NAGA JENIS PUTIH (Hylocereus undatus). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (1830Kb)

    Abstract

    Buah naga daging putih (Hylocereus undatus) termasuk tanaman kaktus yang diketahui memiliki khasiat obat bagi kesehatan manusia, karenanya terjadi peningkatan permintaan akan buah tersebut. Penigkatan permintaan harus diikuti dengan peningkatan produksi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan produksi, diantaranya adalah melalui penelitian persilangan.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tipe persilangan yaitu persilangan sendiri (selfing), persilangan antar bunga (crossing), dan penyerbukan alami (natural crossing) sebagai pembanding terhadap hasil buah naga daging putih (Hylocereus undatus). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2007 sampai Februari 2008 di Jalan Raya Kaliurang Km 10,9, Sleman, Yogyakarta. Rancangan penelitian persilangan terdiri dari persilangan sendiri (selfing), persilangan antar bunga (crossing), dan penyerbukan alami (natural crossing) sebagai pembanding. Jumlah sampel sebanyak 80 bunga untuk masing-masing perlakuan, dengan pengambilan sampel secara acak (random sampling). Variabel penelitian adalah kemampuan silang, bentuk buah, berat buah, jumlah buah gugur, umur buah, pertumbuhan buah, jumlah biji, dan kadar gula. Data kualitatif diuji dengan metode chi-square, sedangkan data kuantitatif diuji dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh selfing lebih besar daripada crossing dan natural crossing untuk variabel berat buah, jumlah biji, dan kadar gula. Perlakuan selfing dan natural crossing persentase jumlah buah gugur sangat kecil, dan crossing tidak terdapat buah gugur. Ketiga tipe persilangan memiliki kemampuan silang tinggi dan bentuk buah agak bulat. Umur buah naga daging putih rata-rata masak pada umur masak panjang yaitu 32-36 hari setelah persilangan. Pada crossing diperoleh pertumbuhan buah terbaik dan panjang buah terpanjang dan natural crossing diperoleh panjang buah terkecil. Pada selfing dan natural crossing diperoleh diameter buah hampir sama, dan crossing diperoleh diameter buah terkecil. Kata kunci : tipe persilangan, pollination, Hylocereus undatus.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:17
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4019

    Actions (login required)

    View Item