KAJIAN KARAKTERISTIK OLEORESIN JAHE BERDASARKAN UKURAN DAN LAMA PERENDAMAN SERBUK JAHE DALAM ETANOL

Irfan Fakhrudin, Muh (2008) KAJIAN KARAKTERISTIK OLEORESIN JAHE BERDASARKAN UKURAN DAN LAMA PERENDAMAN SERBUK JAHE DALAM ETANOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (729Kb)

    Abstract

    Jahe (Zingiber officinale rosc.) merupakan salah satu komoditas yang cukup tinggi produksinya di Indonesia, khususnya di propinsi Jawa Tengah. Namun demikian, umumnya jahe diperdagangkan masih dalam bentuk jahe segar atau hasil olahan yang sederhana, misalnya jahe kering dan serbuk jahe. Produk olahan jahe lainnya yang dapat dikembangkan adalah oleoresin jahe. Oleoresin jahe merupakan campuran resin dan minyak atsiri yang diperoleh dari ekstraksi serbuk jahe dengan menggunakan pelarut organik. Oleoresin dimanfaaatkan sebagai bahan penyedap makanan dan minuman yang mempunyai karakteristik rasa dan aroma sama dengan rempah-rempah aslinya. Selain menimbulkan rasa pedas jahe, oleoresin juga bersifat higienis serta mengandung antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ukuran serbuk jahe, lama perendaman serbuk jahe dalam etanol, serta interaksi antara keduanya berpengaruh terhadap karakteristik oleoresin yang dihasilkan. Rancangan percobaan berupa rancangan faktorial dengan dua faktor yaitu variasi ukuran serbuk jahe (20 mesh, 30 mesh, 50 mesh) dan variasi lama perendaman serbuk jahe dalam etanol (ekstraksi) (24 jam, 48 jam, 72 jam). Data yang diperoleh dari analisa randemen, berat jenis, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam, bilangan ester, serta kandungan fenol oleoresin jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran serbuk jahe dan lama perendaman serbuk jahe dalam etanol berpengaruh terhadap karakteristik oleoresin yang dihasilkan, semakin kecil ukuran serbuk jahe dan semakin lama perendaman serbuk jahe dalam etanol maka oleoresin yang dihasilkan mempunyai nilai randemen, berat jenis, bilangan asam, bilangan ester serta kandungan fenol yang semakin tinggi. Interaksi kedua perlakuan hanya berpengaruh terhadap berat jenis oleoresin. Kisaran nilai randemen yang diperoleh 8-14,5%; berat jenis 1,2252-1,2809; kelarutan dalam alkohol 1:6-1:10; bilangan asam 0,560-2,248; bilangan ester 5,416-14,978 serta kandungan fenol 3-7%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:03
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4017

    Actions (login required)

    View Item