MODEL PENYELESAIAN HUKUM YANG IDEAL TERHADAP KEJAHATAN TEKU BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA ATOIN METO DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

EL, DETJI KORY (2018) MODEL PENYELESAIAN HUKUM YANG IDEAL TERHADAP KEJAHATAN TEKU BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA ATOIN METO DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (650Kb)

    Abstract

    Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban. T.311308004. Penyelesaian Hukum yang Ideal Terhadap Kejahatan Teku Berbasis Kearifan Lokal Budaya Atoin Meto di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Promotor: Prof. Dr. Hartiwiningsih, S.H., M.Hum., Co Promotor: Dr. Mohammad Jamin, S.H., M.Hum. Disertasi. Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat Teku dalam kehidupan masyarakat, mendapatkan gambaran yang jelas mengenai norma-norma lokal mengenai perilaku/ praktek nyata Teku yang ada/hidup dan masih berlaku dalam masyarakat, menemukan dan membangun model hukum yang ideal dalam rangka penyelesaian kejahatan Teku yang berbasis pada kearifan lokal budaya Atoin Meto di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum non doktrinal, dengan pendekatan interaksional (mikro) serta analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat Teku secara historis memiliki makna positif sebagai upaya/bentuk perlawanan terhadap penjajah, jika dilihat dari kepentingan bangsa Indonesia, khususnya kerajaan di Timor. Teku juga dikenal sebagai sesuatu yang lahir di kalangan orang-orang Amanatun Utara sebagai suatu bentuk kejahatan terselubung yang sangat meresahkan masyarakat karena keberingasan, kesadisan, kekejaman disertai teknik dan taktik penyerbuan yang tepat dalam menyerang sasarannya, karena itu Teku merupakan permasalahan hukum dalam masyarakat. Teku juga sebagai bentuk kriminalitas karena melakukan tindak kekerasan/kejahatan dan kebanggaan diri yang dapat disewa untuk membalaskan dendam/kepentingan lainnya dari si penyewa. Norma-norma lokal mengenai perilaku Teku masih ada/hidup dan berlaku, serta menjadi pedoman dalam menuntun masyarakat untuk bersikap atau berrespon terhadap Teku. Kejahatan Teku sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan hidup bermasyarakat, model penyelesaian yang selama ini digunakan yakni upaya preventif, represif dan kuratif ternyata tidak mampu menyelesaikan secara tuntas bahkan menurunkan angka kejahatan Teku karena berbagai alasan. Oleh karena itu, peneliti menawarkan model penyelesaian berbasis kearifan lokal budaya Atoin Meto yang dianggap mampu menyelesaikan kejahatan Teku melalui pelibatan para tokoh Atoin Amaf, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemerintah dengan bentuk penyelesaiannya yakni perdamaian dan penjatuhan sanksi/denda di Lopo Adat Atoin Meto. Berdasarkan budaya masyarakat, para Atoin Amaf merupakan turunan langsung dalam budaya Atoin Meto yang memiliki kharisma dan sangat dihormati sehingga kehadiran Atoin Amaf untuk menyelesaikan masalah akan lebih didengar dan dipatuhi, daripada pemerintah dan aparat penegak hukum yang dianggap sebagai orang luar atau Kase, sehingga kehadiran Kase tidak terterima secara baik. Proses perdamaian dan penjatuhan sanksi/denda adat oleh Atoin Amaf bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan memberikan harmonisasi serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat secara komunal, proses ini memiliki makna dan nilai sosial budaya yang tinggi. Penerapan sanksi/denda adat dapat berpengaruh terhadap penurunan angka kejahatan Teku. Kata Kunci: Penyelesaian Hukum, Kejahatan Teku, Kearifan Lokal.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Doktor
    Pascasarjana > Doktor > Ilmu Hukum - S3
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 26 Mar 2018 19:26
    Last Modified: 26 Mar 2018 19:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40150

    Actions (login required)

    View Item