Pemilihan Lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dengan Metode Fuzzy TOPSIS (Studi Kasus : Sentra Industri Tahu Desa Wirogunan)

K, ANINDYA RIZKY (2018) Pemilihan Lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dengan Metode Fuzzy TOPSIS (Studi Kasus : Sentra Industri Tahu Desa Wirogunan). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (12Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Anindya Rizky Kefaningrum, NIM : I0313014. PEMILIHAN LOKASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DENGAN METODE FUZZY TOPSIS (STUDI KASUS : SENTRA INDUSTRI TAHU DESA WIROGUNAN). Skripsi. Surakarta : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Desember 2017. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil pertanian yang potensial berupa kedelai. Salah satu hasil olahan kedelai adalah tahu. Di Kabupaten Sukoharjo, salah satu sentra produksi tahu berada di Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura. Berdasarkan kondisi lapangan, pengrajin tahu di Desa Wirogunan belum mengolah limbah cair hasil produksinya. Menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 pasal 8, setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang membuang air limbah ke lingkungan wajib melakukan pengolahan air limbah yang dibuang agar memenuhi baku mutu air limbah. Atas dasar permasalahan tersebut, maka diperlukan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal untuk menangani air limbah yang mencemari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah memilih lokasi IPAL komunal terbaik berdasarkan pertimbangan multikriteria. Langkah awal adalah melakukan studi literatur untuk menghimpun kriteria-kriteria, kemudian disesuaikan dengan kondisi lapangan berdasarkan pendapat ahli dengan melakukan deep interview. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah kriteria teknis, kriteria administrasi, dan kriteria sosial. Setelah mendapatkan kriteria dan subkriteria pemilihan lokasi IPAL komunal terbaik, langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah kebutuhan IPAL. Dari 6 alternatif yang ada, IPAL yang dibutuhkan sejumlah 2 unit sehingga dibentuk kelompok IPAL. Setelah itu, kelompok IPAL dipilih menggunakan metode Fuzzy TOPSIS. Hasilnya terpilih alternatif 1 dan alternatif 4 sebagai lokasi pembangunan IPAL komunal terbaik yang dilihat berdasarkan nilai kedekatan terhadap solusi ideal positif. Diharapkan untuk studi ke depan dapat menambahkan beberapa kriteria dan menambah jumlah ahli. Kata kunci: Fuzzy TOPSIS, Industri Tahu, Lokasi IPAL, Multikriteria xvi + 89 halaman; 55 tabel; 38 gambar; 5 lampiran; daftar pustaka : 39 (1981-2017)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 23 Mar 2018 12:43
    Last Modified: 23 Mar 2018 12:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40109

    Actions (login required)

    View Item