HUBUNGAN ANTARA RASIO NEUTROFIL TERHADAP LIMFOSIT DENGAN GLOBAL LONGITUDINAL STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT

NURSIDIQ, ALFA ALFIN (2018) HUBUNGAN ANTARA RASIO NEUTROFIL TERHADAP LIMFOSIT DENGAN GLOBAL LONGITUDINAL STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (90Kb)

    Abstract

    Alfa Alfin Nursidiq, S511308001, 2018. Hubungan antara Rasio Neutrofil Terhadap Limfosit dengan Global Longitudinal Strain Ventrikel Kiri pada Pasien Infark Miokard Akut. Tesis. Pembimbing I: Niniek Purwaningtyas, dr., SpJP(K), FIHA. Pembimbing II:Dr. Trisulo Wasyanto,dr. SpJP(K),FIHA, FAPSC,FAsCC. Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Infark miokard akut (IMA) merupakan manifestasi paling berat dari penyakit jantung koroner. Pada pasien IMA, rasio neutrofil terhadap limfosit (RNL) yang tinggi berhubungan dengan rendahnya fraksi ejeksi ventrikel kiri. Pengukuran global longitudinal strain (GLS) paska IMA menunjukan manfaat spesifik dibanding evaluasi left ventricular ejection fraction (LVEF) yaitu informasi mengenai luas area infark. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan antara RNL dengan GLS ventrikel kiri pada pasien IMA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan pada bulan Desember 2017 terhadap pasien IMA yang datang ke Rumah Sakit Dr Moewardi baik dengan elevasi segmen ST (IMA EST) maupun tanpa elevasi segmen ST (IMA non EST). Pemeriksaan darah dan ekokardiografi transtorakal dilakukan pada semua pasien. Kemudian dibagi dalam dua kelompok berdasarkan hasil GLS, yaitu GLS >-13,8% dan GLS ≤-13,8%. Nilai titik potong untuk memprediksi GLS>-13,8% ditentukan berdasarkan analisis kurva ROC. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan untuk menilai apakah RNL tinggi berhubungan dengan terjadinya GLS>-13,8%. Hasil: Sebanyak 57 pasien diikutsertakan pada penelitian ini, terdapat 24 pasien (rerata usia 56,21±9,43 tahun) kelompok GLS ≤-13,8% dan 33 pasien (rerata usia 56,67±8,24 tahun) kelompok GLS>-13,8%. Rerata RNL lebih tinggi pada kelompok GLS>-13,8% yaitu 6,06 (5,36-6.86) dibandingkan kelompok GLS ≤-13,8% sebesar 4,20 (3,49-5,04), p=0,001. Nilai titik potong RNL adalah 4,69. Analisis bivariat menunjukan RNL>4,69 berhubungan dengan GLS>-13,8% dengan rasio odds (OR) 2,70 (interval kepercayaan (IK) 95% 1,41-5,17, p=0,001). Analisis multivariat menunjukan RNL tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi GLS >-13,8% dengan OR 8,53 (IK 95% 2,38-30.60, p<0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara RNL dengan GLS ventrikel kiri pada pasien dengan IMA. Pasien IMA dengan RNL tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadinya GLS yang lebih buruk. Kata Kunci: rasio netrofil terhadap limfosit, global longitudinal strain, infark miokard akut

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 23 Mar 2018 12:35
    Last Modified: 23 Mar 2018 12:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40106

    Actions (login required)

    View Item