Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Posing (PP) dan Problem Solving (PS) dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) terhadap Pemahaman Konseptual dan Penalaran Adaptif Matematis pada Pokok Bahasan Bangun Datar Ditinjau dari Kecerdasan Spasial Siswa Kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Karanganyar

MAHENDRA, RENGGA (2018) Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Posing (PP) dan Problem Solving (PS) dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) terhadap Pemahaman Konseptual dan Penalaran Adaptif Matematis pada Pokok Bahasan Bangun Datar Ditinjau dari Kecerdasan Spasial Siswa Kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Karanganyar. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (916Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah model pembelajaran yang menghasilkan pemahaman konseptual dan penalaran adaptif lebih baik antara siswa yang dikenai model pembelajaran Problem Posing (PP) dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR), Problem Solving (PS) dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR), atau langsung; (2) manakah yang memiliki pemahaman konseptual dan penalaran adaptif lebih baik antara siswa dengan kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah; (3) pada masing-masing kategori kecerdasan spasial, manakah yang memiliki pemahaman konseptual dan penalaran adaptif lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran PP dengan PMR, PS dengan PMR, atau langsung; (4) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang memiliki pemahaman konseptual dan penalaran adaptif lebih baik, siswa dengan kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Karanganyar yang menerapkan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2016/ 2017. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 288 siswa dengan rincian 94 siswa sebagai kelas eksperimen I, 99 siswa sebagai kelas eksperimen II, serta 95 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kecerdasan spasial, pretest pemahaman konseptual dan penalaran adaptif pada materi bangun datar, serta posttest pemahaman konseptual dan penalaran adaptif pada materi bangun datar. Teknik analisis data menggunakan MANOVA dua jalan sel tak sama, ANAVA dua jalan dengan sel tak sama, dan uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Scheffe. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan sebagai berikut. (1) Model pembelajaran PP dengan PMR menghasilkan pemahaman konseptual yang sama baiknya dengan model pembelajaran PS dengan PMR, tetapi lebih baik daripada model pembelajaran langsung. Model pembelajaran PS dengan PMR menghasilkan pemahaman konseptual lebih baik daripada model pembelajaran langsung. Model pembelajaran PP dengan PMR menghasilkan penalaran adaptif yang sama baiknya dengan model pembelajaran PS dengan PMR, tetapi lebih baik daripada model pembelajaran langsung. Model pembelajaran PS dengan PMR menghasilkan penalaran adaptif lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2) Siswa dengan kecerdasan spasial tinggi mempunyai pemahaman konseptual lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan spasial sedang maupun rendah. Siswa dengan kecerdasan spasial sedang mempunyai pemahaman konseptual yang sama baiknya dengan siswa yang memiliki kecerdasan spasial rendah. Siswa dengan kecerdasan spasial tinggi mempunyai penalaran adaptif lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan spasial sedang maupun rendah. Siswa dengan kecerdasan spasial sedang mempunyai penalaran adaptif yang sama baiknya dengan siswa yang memiliki kecerdasan spasial rendah. (3) Pada masing-masing kecerdasan spasial yaitu tinggi, sedang, dan rendah, penerapan model pembelajaran PP dengan PMR menghasilkan pemahaman konseptual yang sama baiknya dengan model pembelajaran PS dengan PMR, tetapi lebih baik daripada pembelajaran langsung. Model pembelajaran PS dengan PMR menghasilkan pemahaman konseptual lebih baik daripada pembelajaran langsung. Pada masing-masing kategori kecerdasan spasial yaitu tinggi, sedang, dan rendah, penerapan model pembelajaran PP dengan PMR menghasilkan penalaran adaptif yang sama baiknya dengan model pembelajaran PS dengan PMR, tetapi lebih baik daripada pembelajaran langsung. Model pembelajaran PS dengan PMR menghasilkan penalaran adaptif lebih baik daripada model pembelajaran langsung. (4) Pada masing-masing model pembelajaran yaitu PP dengan PMR, PS dengan PMR, dan model pembelajaran langsung, siswa dengan kecerdasan spasial tinggi mempunyai pemahaman konseptual lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan spasial sedang maupun rendah. Siswa dengan kecerdasan spasial sedang mempunyai pemahaman konseptual yang sama baiknya dengan siswa yang memiliki kecerdasan spasial rendah. Pada masing-masing model pembelajaran yaitu PP dengan PMR, PS dengan PMR, dan model pembelajaran langsung, siswa dengan kecerdasan spasial tinggi mempunyai penalaran adaptif lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan spasial sedang maupun rendah. Siswa dengan kecerdasan spasial sedang mempunyai penalaran adaptif yang sama baiknya dengan siswa yang memiliki kecerdasan spasial rendah. Kata Kunci: PP dengan PMR, PS dengan PMR, model pembelajaran langsung, pemahaman konseptual, penalaran adaptif, dan kecerdasan spasial

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 22 Mar 2018 12:17
    Last Modified: 22 Mar 2018 12:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40086

    Actions (login required)

    View Item