HUBUNGAN POLIMORFISME GEN INTERLEUKIN-10-1082G/A DENGAN KETULIAN AKIBAT OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS

Asmara, Dramora Nepy (2018) HUBUNGAN POLIMORFISME GEN INTERLEUKIN-10-1082G/A DENGAN KETULIAN AKIBAT OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Kb)

    Abstract

    Dramora Nepy Asmara, 2017. Tesis. Hubungan Polimorfisme Gen Interleukin-10-1082G/A Dengan Ketulian Akibat Obat Anti Tuberkulosis Penderita Multi Drug Resistant Tuberculosis. Supervisor I: Dr. Harsini, dr., Sp.P(K), FISR, II: Dr. Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P(K), FISR, III: Hadi Sudrajad, dr., Sp.THT-KL(K), Msi.Med. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjanana Universitas Sebelas Maret Surakarta. RINGKASAN HUBUNGAN POLIMORFISME GEN INTERLEUKIN-10-1082G/A DENGAN KETULIAN AKIBAT OBAT ANTI TUBERKULOSIS PENDERITA MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS Dramora Nepy Asmara Pendahuluan: Permasalahan penanggulanan tuberkulosis (TB) semakin kompleks dengan adanya resistensi kuman MTb terhadap OAT yang disebut MDR-TB.Polimorfisme gen IL-10-1082G/A berhubungan dengan sekresi interleukin 10 (IL-10) sebagai sitokin anti-inflamasi turut berperan dalam patogenesis infeksi MDR-TB. Tatalaksana MDR-TB menggunakan obat anti TB (OAT) aminoglikosida menimbulkan efek ototoksisitas sehingga terjadi ketulian. Peran protektif IL-10 dari genotip IL-10-1082G/A terhadap ketulian akibat OAT kanamisin masih menjadi kontroversi. Metode: Studi kohort retrospektif pada penderita MDR-TB yang berobat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari tahun 2011-2015. Hasil: Subjek penelitian 81 penderita MDR-TB dengan polimorfisme genotip IL-10-1082G/A. Proporsi polimorfisme genotip IL-10-1082G/A genotip AA 9,9%, GG 4,9%, dan GA 69%. Penderita MDR-TB dalam terapi OAT kanamisin yang mengalami ketulian 55,5% dengan p=0.899 tidak bermakna secara statistik. Derajat audiometri telinga kanan p=0,375 sedangkan telinga kiri p=0,416 menunjukan tidak terdapat hubungan bermakna dengan polimorfisme genotip IL-10-1082G/A. Rerata onset ketulian ketiga kelompok polimorfisme yaitu 2,51±2,88 bulan setelah mendapatkan injeksi aminoglikosida tidak bermakna secara statistik p=0,758 dengan polimorfisme genotip IL-10-1082G/A. Polimorfisme genotip GA (55,1%) cenderung mengalami ototoksisitas lebih rendah dibandingkan genotip AA (62,5%). Genotip GA menunjukkan efek protektif terhadap ketulian dibanding genotip lain. Kesimpulan: Polimorfisme genotip IL-10-1082G/A tidak berhubungan dengan proteksi terhadap ketulian akibat injeksi kanamisin pada tatalaksana MDR-TB. Derajat audiometri dan onset ketulian tidak berhubungan dengan polimorfisme genotip IL-10-1082G/A. Genotip GA menunjukan efek protektif terhadap ketulian dibanding genotip lain. Kata kunci: MDR-TB, polimorfisme genotip IL-10-1082G/A, ketulian

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 22 Mar 2018 11:29
    Last Modified: 22 Mar 2018 11:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40067

    Actions (login required)

    View Item