PERAN FAKTOR RISIKO TERHADAP PREVALENSI IMS DAN INFEKSI HIV PADA LELAKI SEKS DENGAN LELAKI DAN TRANSGENDER DI SURAKARTA

S, ANCELLA SOENARDI (2018) PERAN FAKTOR RISIKO TERHADAP PREVALENSI IMS DAN INFEKSI HIV PADA LELAKI SEKS DENGAN LELAKI DAN TRANSGENDER DI SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (33Kb)

    Abstract

    PENEGAKAN DIAGNOSIS SINDROMA KLIPPEL-TRENAUNAY Ancella Soenardi1, Alamanda Murasmita1, Retno Dwi Utami1, Darmawan Ismail2, Suci Widhiati1 1Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin 2Bagian/SMF Ilmu Bedah Thoraks Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/ RSUD Dr. Moewardi Surakarta Email: ellasoenardi@yahoo.com Abstrak Latar belakang: Sindroma Klippel-Trenaunay (SKT) adalah sindroma yang jarang ditemui, dengan kombinasi malformasi kapiler, vena dan hipertrofi jaringan lunak dan/atau tulang. Diagnosis SKT ditegakkan bila ditemui dua dari tiga gejala tersebut. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai SKT sehingga dapat mendiagnosa kasus sedini mungkin untuk mencegah komplikasi. Kasus: Anak laki-laki 1,5 tahun dibawa oleh ibunya ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi. Didapatkan keluhan kaki kiri membesar sejak lahir, adanya tanda lahir seperti toh dan plenting-plenting diatasnya pada paha kiri. Pada punggung kaki kiri terdapat benjolan berwarna kecoklatan yang sejak lahir teraba lunak yang lambat laun bertambah besar dan teraba keras. Pemeriksaan X-ray ekstremitas inferior menunjukkan pada regio femur, genu dan cruris sinistra tampak pembesaran jaringan lunak. Pemeriksaan CT-Angiografi ekstremitas inferior didapatkan hipertrofi muskulus gastrocnemius kiri, tampak dilatasi vena superfisial aspek lateral dari regio femur hingga gastrocnemius kiri. Pemeriksaan USG Doppler tampak refluks aliran vena yang menandakan insufisiensi vena kronis. Pemeriksaan histopatologis regio femur menunjukkan gambaran vasa-vasa berukuran besar pada epidermis dan dermis dengan infiltrat limfosit pada dermis yang menyokong adanya malformasi vena. Berdasarkan seluruh pemeriksaan tersebut, diagnosis kasus ini adalah SKT, dan pasien dirujuk ke bagian Bedah Thoraks Kardiovaskuler untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. Diskusi: Penyebab pasti dari SKT belum diketahui dan sebagian besar kasus bersifat sporadis. Pemeriksaan USG Doppler, X-ray ekstremitas dan CT-Angiografi merupakan modalitas yang penting dalam menegakkan diagnosis SKT sehingga dapat mencegah komplikasi. Terapi SKT biasanya konservatif menggunakan bebat kompresi. Pembedahan hanya dipertimbangkan bagi pasien yang memiliki malformasi vena dan varises berat. Kata kunci : hipertrofi tungkai, malformasi vaskuler, Sindroma Klippel-Trenaunay ESTABLISHING A DIAGNOSIS OF KLIPPEL-TRENAUNAY SYNDROME Ancella Soenardi1, Alamanda Murasmita1, Retno Dwi Utami1,Darmawan Ismail2, Suci Widhiati1 1Department of Dermatovenereology 2Department of Thoracic and Cardiovascular Surgery Medical Faculty of Sebelas Maret University/ Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta Email: ellasoenardi@yahoo.com Abstract Background: Klippel-Trenaunay syndrome (KTS) is a rare syndrome characterized by combination of capillary and vein malformation and soft tissue and/or bone hypertrophy. KTS can be diagnosed when two out of three symptoms are found. The aim of this paper is to increase our knowledge about KTS hence a diagnosis of KTS can be established as early as possible to prevent complications. Case: A 1,5 years old boy was brought by his mother to Dermatovenerology department of Dr. Moewardi hospital. The left leg is enlarged since birth with birthmarks and vesicles on his left thigh. A brownish nodule on his left foot which presented soft at birth slowly enlarged and became solid. X-ray examination of the lower extremities shows soft tissue hypertrophy of the left femur, genu and cruris. CT-Angiography examination of lower extremities shows hypertrophy of left gastrocnemius muscle, lateral superficial vein dilatation from the left femur until gastrocnemius. Doppler ultrasound revealed reflux of vein flow which shows chronic vein insufficiency. Histopathological examination taken from the thigh shows multiple blood vessels on the epidermis and dermis with infiltration of lymphocytes that supports the diagnosis of vein malformation. The patient is diagnosed with KTS and was referred to the Thoracic and Cardiovascular surgery department for treatment. Discussion: The exact etiology of KTS is still unclear and most cases are sporadic. Doppler ultrasound, X-ray and CT-Angiography are important modalities in diagnosing KTS and preventing complications. Management of KTS is usually conservative using compression bandage. Surgery is reserved for severe varicose veins and vein malformations. Keyword: Limb hypertrophy, Klippel-Trenaunay syndrome, vascular malformations

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RL Dermatology
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 22 Mar 2018 11:02
    Last Modified: 22 Mar 2018 11:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40057

    Actions (login required)

    View Item