Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Invertebrata untuk Meningkatkan Rasa Ingin Tahu (Curiosity) Siswa Kelas X MIA

Ertando, Alfi (2018) Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Invertebrata untuk Meningkatkan Rasa Ingin Tahu (Curiosity) Siswa Kelas X MIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1272Kb)

    Abstract

    Alfi Ertando. K4313006. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU (CURIOSITY) SISWA KELAS X MIA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Oktober 2017. Penelitian bertujuan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi invertebrata untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa kelas X MIA. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas berdasarkan model yang dikembangkan Lewin (1992) terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan selama 3 siklus dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Kuhlthau (2010) yang terdiri dari 7 langkah pembelajaran, yaitu: inisiasi, seleksi, eksplorasi, formulasi, koleksi, presentasi, dan penilaian. Subjek penelitian adalah kelas X MIA yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dokumentasi pembelajaran, dan lembar observasi empat aspek rasa ingin tahu yang dikembangkan oleh Daniel Berlyne (1960) terdiri dari aspek epistemic curiosity, perceptual curiosity, specific curiosity, diversive curiosity. Uji validitas dilakukan dengan metode triangulasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa ingin tahu siswa meningkat dari pratindakan, tindakan siklus I, tindakan siklus II, dan tindakan siklus III. Rasa ingin tahu siswa pada pratindakan yaitu aspek epistemic curiosity sebesar 21% dengan kategori sangat rendah, perceptual curiosity sebesar 8% dengan kategori sangat rendah, specific curiosity sebesar 12% dengan kategori sangat rendah, diversive curiosity sebesar 23% dengan kategori sangat rendah. Rasa ingin tahu siswa pada siklus I yaitu aspek epistemic curiosity sebesar 22% dengan kategori sangat rendah, perceptual curiosity sebesar 21% dengan kategori sangat rendah, specific curiosity sebesar 28% dengan kategori sangat rendah, diversive curiosity sebesar 28% dengan kategori sangat rendah. Rasa ingin tahu siswa pada siklus II yaitu aspek epistemic curiosity sebesar 32% dengan kategori rendah, perceptual curiosity sebesar 24% dengan kategori sangat rendah, specific curiosity sebesar 35% dengan kategori rendah, diversive curiosity sebesar 39% dengan kategori rendah. Rasa ingin tahu siswa pada siklus III yaitu aspek epistemic curiosity sebesar 46% dengan kategori sedang, perceptual curiosity sebesar 42% dengan kategori rendah, specific curiosity sebesar 42% dengan kategori rendah, diversive curiosity sebesar 44% dengan kategori sedang. Rasa ingin tahu siswa meningkat dari sangat rendah (16%) pada pratindakan menjadi rendah (43,5%) pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi invertebrate dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa kelas X MIA. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, rasa ingin tahu, penelitian tindakan kelas, invertebrata

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 21 Mar 2018 11:21
    Last Modified: 21 Mar 2018 11:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/40045

    Actions (login required)

    View Item