EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN DISPOSISI MATEMATIS DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR

AFTHINA, HIMMATUL (2018) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN DISPOSISI MATEMATIS DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (879Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) manakah yang mempunyai prestasi be-lajar matematika dan disposisi matematis yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran Think Talk Write (TTW), Think Pair Share (TPS) dengan RME atau langsung; 2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika dan disposisi matematis yang lebih baik antara siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, atau rendah; 3) pada masing-masing tingkat kecerdasan logis matematis, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika dan disposisi matematis yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran TTW, TPS dengan RME atau langsung; 4) pada masing-masing tipe model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika dan disposisi matematis yang lebih baik, siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, atau rendah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP negeri kelas VIII se-Kabupatan Karanganyar Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian diperoleh secara stratified cluster random sampling yaitu sebanyak 286 siswa yang terdiri dari 98 siswa pada kelas eksperimen satu, 94 siswa pada kelas eksperimen dua, dan 94 siswa pada kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multivariat dua jalan dengan sel tak sama, yang dilanjutkan dengan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, dan uji komparasi ganda menggunakan metode Scheffe. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) model pembelajaran TTW dan TPS dengan pendekatan RME menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baiknya, model pembelajaran TTW dan TPS dengan pendekatan RME menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung; 2) model pembelajaran TTW dan TPS dengan pendekatan RME menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya, model pembelajaran TTW dengan pendekatan RME menghasilkan disposisi matematis yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung, serta model pembelajaran TPS dengan pendekatan RME dan langsung menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya; 3) siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasaran logis matematis sedang dan rendah, sedangkan siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasaran logis matematis rendah; 4) siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya, siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi menghasilkan disposisi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasaran logis matematis rendah, sedangkan siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang dan rendah menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya; 5) pada masing-masing tingkat kecerdasan logis matematis, model pembelajaran TTW dan TPS dengan pendekatan RME menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baiknya, sedangkan model pembelajaran TTW dan TPS dengan pendekatan RME menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung; 6) pada masing-masing tingkat kecerdasan logis matematis, model pembelajaran TTW dengan pendekatan RME, TPS dengan pendekatan RME, dan langsung menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya; 7) pada masing-masing model pembelajaran, siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasaran logis matematis sedang dan rendah, sedangkan siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasaran logis matematis rendah; 8) pada model pembelajaran TTW dengan pendekatan RME, siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, dan rendah menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya, pada model pembelajaran TPS dengan pendekatan RME, siswa dengan kecerdan logis matematis tinggi dan sedang menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya, siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi menghasilkan disposisi matematis yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan logis matematis rendah, sedangkan siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang dan rendah menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya, sedangkan pada model pembelajaran langsung, siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, maupun rendah menghasilkan disposisi matematis yang sama baiknya

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 19 Mar 2018 13:45
    Last Modified: 19 Mar 2018 13:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39981

    Actions (login required)

    View Item