Penerapan Metode Hazard Identification and Risk Assessment untuk Identifikasi Potensi Bahaya di IKM Tahu Sari Murni Mojosongo

Made, Audistia Listyarini (2018) Penerapan Metode Hazard Identification and Risk Assessment untuk Identifikasi Potensi Bahaya di IKM Tahu Sari Murni Mojosongo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (14Kb)

    Abstract

    Keselamatan dan kesehatan kerja mengandung nilai perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Tenaga kerja, merupakan unsur penting dalam proses produksi di samping unsur lainnya seperti material, mesin, dan lingkungan kerja. Karena itu tenaga kerja harus dijaga, dibina dan dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Menurut Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, setiap perusahaan wajib untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian kondisi lingkungan kerja baik faktor fisik, kimia, biologi dan gizi kerja. Maka dengan demikian suatu perusahaan perlu melakukan pengendalian resiko. Penelitian ini membahas tentang identifikasi potensi bahaya di IKM Tahu Sari Murni Mojosongo tahun 2017, penelitian ini bersifat deskriptif. Desain studi yang digunakan merupakan desain studi berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan metode semi kuantitatif menggunakan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penilaian risiko dilakukan dengan mengkalikan antara nilai konsekuensi, peluang, serta paparan yang mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan mengetahui sumber bahaya apa saja yang menimbulkan kecelakaan kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya beberapa permasalahan yang didapat antara lain kecelakaan kerja akibat bahaya perilaku, kecelakaan kerja akibat bahaya ergonomi, kecelakaan kerja akibat bahaya biologi, serta kecelakaan kerja akibat kondisi tempat kerja. Setelah diidentifikasi bahayanya maka dilanjutkan dengan penilaian risiko dan didapat nilai risiko tertinggi sebesar 700 yang masuk dalam kategori Very High yaitu pada pekerja terkena bubur atau sari kedelai panas saat proses produksi berlangsung. Penggunaan metode 5W+1H untuk mengetahui akar permasalahan dengan lebih rinci agar dapat memberikan perbaikan. Selanjutnya diberikan rekomendasi yaitu melakukan komunikasi bahaya agar pekerja pembuat tahu sadar akan pentingnya K3 dengan cara membuat visual display demi mengingatkan pekerja untuk menggunakan APD; menyediakan pakaian berbahan tipis, celemek dan sarung tangan berbahan anti panas; menyediakan fasilitas P3K di tempat kerja meliputi kotak P3K dan isinya, alat evakuasi berupa alat pemadam api atau kebakaran dan alat transportasi; jika melakukan pelanggaran dengan tidak menggunakan APD lengkap maka akan diberikan sangsi berupa jam lembur atau tambahan bekerja menyelesaikan target produksi bagi yang melanggar 2 kali dan sangsi dipotong gaji sebesar 20% bagi yang melanggar 3 kali.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 17 Mar 2018 00:18
    Last Modified: 17 Mar 2018 00:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39933

    Actions (login required)

    View Item