Implementasi Pendidikan Adil Gender di Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta

Zahara, Vikri (2018) Implementasi Pendidikan Adil Gender di Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (934Kb)

    Abstract

    Vikri Zahara. K8413072. Implementasi Pendidikan Adil Gender di Pondok Pesantren Al – Muayyad Surakarta.Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2017. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bentuk implementasipendidikan adil gender di pondok pesantren Al – Muayyad Surakarta (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pihak pondokpesanten Al – Muayyad Surakarta dalam mengimplementasikan pendidikan adil gender. Penelitian ini menggunakan metode yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Sumber data yang digunakan adalah (1) informan, yaitu santri putri, santri putra, pengurus, dan pengasuh pondok. (2) aktivitas santri, yaitu berupa kegiatan pembelajaran akademik dan non akademik. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah, (1) wawancara terstruktur dan mendalam, (2) observasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif yang memilikitahapan pertama reduksi data, kedua sajian data, dan ketiga kesimpulan data. Hasil penelitian ini adalah, implementasi pendidikan adil gender di pondok pesantren Al – Muayyad Surakarta belum dilakukan secara optimal. Meskipun secara umum santri putra dan santri putri diberikan hak pendidikan yang sama di bidang akademik dan non akademik namun masih terjadi perbedaan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dari proses pendidikan. Belum optimalnya implementasi pendidikan adil gender di pondok pesantren Al – Muayyad Surakarta dikarenakan kendala kultural yang mengakibatkan adanya kebijakan kurang responsif gender. Kendala kultural yang dimaksud yaitu sistem patriarki.Pada sistem patriarki laki-laki mengontrol kerja perempuan.Implikasinya santri putra menempati otoritas utama di lingkungan pesantren.Dalamanalisateori nature dan culture, perempuan dan fungsinya diidentikkan dengan “kehidupan”, menempatkan dirinya dekat dengan alam.Berbeda dengan laki-laki yang sepenuhnya bebas dengan proyek “budaya”.Perempuan yang diidentifikasikan sebagai “alam”, dianggap sebagai orang yang berkaitan erat dengan sektor domestik.Sedangkan laki-laki di tempatkan sebagai kelompok yang berhak mengisi sektor publik.Begitu juga di pesantren Al – Muayyad masih memperlakukan santrinya dengan dikotomi peran tersebut.Akibatnya santri putri mempunyai akses terbatas untuk mengikuti kegiatan di luarpesantren.Selainitu santri putra juga masih mendominasi pengambilan keputusan dalam rapat gabungan.Santri putri juga tidak bisa menempatiposisi teratas dalam struktur organisasi. Subordinasi pada santriputri juga terlihat dari minimnya kesempatan untuk tampil di depan umum. Karena sesuatu yang massal dan bergengsi dianggap sebagai wilayah laki – laki.Akhirnyapengalaman yang didapat santri putralebih banyak.Dampaknya bekal yang diterima santri putri untuk persiapan terjun ditengah masyarakat tidak sebesar santri putra. Kata Kunci :Pendidikan, Keadilan Gender, Pesantren

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 16 Mar 2018 14:52
    Last Modified: 16 Mar 2018 14:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39903

    Actions (login required)

    View Item