Pengaruh Penambahan Biodiesel Minyak Biji Randu Pada Solar Terhadap Opasitas Emisi Gas Buang Mesin Diesel

, Sutarto (2018) Pengaruh Penambahan Biodiesel Minyak Biji Randu Pada Solar Terhadap Opasitas Emisi Gas Buang Mesin Diesel. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (214Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Sutarto. K2513065. PENGARUH PENAMBAHAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI RANDU PADA BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP OPASITAS GAS BUANG PADA MESIN DIESEL. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui seberapa besar potensi biodiesel dari minyak biji randu sebagai sumber bahan bakar yang terbuat dari tumbuhan, yang tidak mengandung sulfur, dan terbarukan. (2) Membandingkan tingkat opasitas emisi gas buang mesin diesel dengan bahan bakar solar dan campuran solar-biodiesel. (3) Menganalisis dan mengetahui proporsi campuran antara solar-biodiesel minyak biji randu, sehingga didapat opasitas yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Mesin diesel yang digunakan sebagai obyek uji adalah Yanmar TF85 dengan formulasi campuran bahan bakar B0, B5, B10, B15, B20, dan B25. Alat yang digunakan untuk mengambil data opasitas gas buang adalah smoke analyzer dan prosedur uji sesuai dengan standar internasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Biodiesel biji randu memiliki potensi sebagai bahan bakar motor diesel, hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya standar SNI 04-7182-2006 sebagai bahan bakar mesin diesel. (2) Ada pengaruh yang signifikan dari opasitas gas buang yang diproduksi oleh mesin diesel yang menggunakan bahan bakar solar dan campuran biodiesel biji randu-solar, hal ini dibuktikan dari hasil uji yang dilakukan bahwa penggunaan formulasi B25 menghasilkan opasitas gas buang sebesar 38,02 % jika dibandingkan formulasi B0 yang menghasilkan nilai opasitas 55,48%. Penurunan opasitas paling signifikan terjadi pada variasi B25, yaitu terjadi penurunan opasitas rata-rata sebesar 17,46%. Laju penurunan opasitas gas buang mulai dari B0 sampai dengan B10 menunjukan angka yang stabil dan angka prosentasi yang didapat juga dalam kisaran yang sama.(3) Terjadi penurunan nilai opasitas yang tinggi ketika mesin diesel mendapat perlakuan menggunakan campuran B15 yang cukup signifikan. Hal yang berbeda terjadi ketika hasil pengujian menggunakan formulasi campuran B20 dan B25, pada campuran B20 dan B25 terjadi penurunan nilai opasitas namun nilai yang didapat tidak menunjukan hasil yang tidak begitu signifikan. Kata Kunci : biodiesel, opasitas, smoke analyzer, mesin diesel.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 16 Mar 2018 14:02
    Last Modified: 16 Mar 2018 14:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39882

    Actions (login required)

    View Item