Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Jagung Semi (Baby Corn) di Desa Sidomulyo Kecamatan Ampel

R, SINGGIH INDRA (2018) Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Jagung Semi (Baby Corn) di Desa Sidomulyo Kecamatan Ampel. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (699Kb)

    Abstract

    Hortikultura merupakan komoditas yang tidak dapat dipisahkan dari pertanian di Indonesia. Jagung semi (baby corn) adalah sayuran populer di Asia yang merupakan tongkol yang belum matang tetapi sedang berkembang. Budidaya jagung semi sangat menjanjikan mengingat usia panennya yang pendek, sehingga untuk mengganti tanaman jenis lain dapat dilakukan hingga 2x masa tanam. Menurut Maridi et al. (2015) bahwa komoditi jagung begitu popular di budidayakan di kecamatan Ampel. Diharapkan nantinya ada varietas jagung baru (jagung semi) yang ditanam, sehingga tanaman jagung tidak mengarah ke tanaman pangan saja. Dalam rangka pengembangan jagung semi di daerah tersebut maka sebelumnya perlu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 - April 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah FP UNS. Penelitian dilaksanakan yang dilaksanakan melalui survei dan berdasarkan pendekatan satuan lahan. Satuan lahan dapat diketahui dengan cara menumpangsusunkan (overlay) peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng, dan peta jenis tanah. Dalam penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Mencocokkan data yang diperoleh dari kegiatan survei lapang dan analisis laboratorium dengan persyaratan tumbuh tanaman jagung semi, sehingga dapat ditentukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman tersebut dan faktor penghambatnya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta kesesuian lahan aktial dan potensial untuk jagung semi di Desa Sidomulyo. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk jagung semi di Desa Sidomulyo adalah S3 (sesuai namun marginal) dengan faktor pembatas yaitu: tekstur dan %bahan kasar (rc), kejenuhan basa (nr), hara tersedian untuk P2O5 (na), kemiringan lereng (eh), dan curah hujan (wa). Rekomendasi upaya perbaikan yang dapat dilakukan adalah penambahan bahan organik, pengapuran, pemupukan P, penanaman sejajar kontur/penanaman cover crop dan pembuatan teras. Berdasarkan rekomendasi upaya perbaikan yang diberikan kelas kesesuaian lahan potensial adalah S2 (cukup sesuai). Periode tanam yang sesuai berdasarkan kebutuhan air jagung semi adalah pada bulan Mei-Juni dan Oktober-Nopember. Analisis kelayakan usaha tani jagung semi (B/C ratio) adalah sebesar 1,39. Artinya tanaman jagung semi layak untuk dibudidayakan karena dari segi ekonomi menguntungkan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 09 Mar 2018 12:42
    Last Modified: 09 Mar 2018 12:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39829

    Actions (login required)

    View Item