FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RESISTENSI ACINETOBACTER BAUMANNII TERHADAP ANTIBIOTIK CARBAPENEM PADA PASIEN DENGAN HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTION (HCAI) DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA

PRIMANINGTYAS, WIDANA (2018) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RESISTENSI ACINETOBACTER BAUMANNII TERHADAP ANTIBIOTIK CARBAPENEM PADA PASIEN DENGAN HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTION (HCAI) DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (347Kb)

    Abstract

    Latar belakang: Acinetobacter baumannii merupakan bakteri oportunis gram negatif yang mempunyai kemampuan bertahan yang tinggi di lingkungan. Carbapenem adalah drug of choice untuk infeksi yang disebabkan oleh Acinetobacter baumannii, yang dalam dekade terakhir prevalensi Carbapenem Resistant Acinetobacter baumannii (CRAB) mengalami peningkatan. CRAB banyak ditemukan pada kasus infeksi nosokomial bahkan menjadi disease outbreak dan epidemi di berbagai rumah sakit. Namun untuk CRAB pada community associated infection data yang ada masih terbatas terutama di Indonesia. Oleh karena itu peneliti bermaksud melakukan penelitian faktor penyebab terjadinya CRAB pada hospital and community setting dalam hal ini pada pasien Healthcare Associated Infection (HCAI). Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional, de¬-ngan desain case control. Penelitian dilaksanakan di RS Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Maret-Agustus 2017. Pengambilan subjek menggunakan metode fixed disease sam¬pling dengan jumlah sampel yang didapatkan 104 subjek. Variabel dependen adalah kejadian resistensi Acinetobacter baumannii terhadap antibiotik carbapenem pada pasien HCAI. Variabel independen adalah riwayat penggunaan antibiotik, status fungsional pasien, perawatan di intensive unit dan kondisi komorbid. Variabel dependen dan independen diukur menggunakan check list kuisioner dan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Riwayat antibiotik sebelumnya yang tidak sesuai (OR= 8.441; CI 95% = 2.23 hingga 31.91; p = 0.002) dan status fungsional pasien dengan skor KPS <40 (OR= 6.720; CI 95% = 2.08 hingga 21.68; p = 0.001) meningkatkan risiko kejadian resistensi Acinetobacter baumannii terhadap carbapenem (CRAB) pada pasien Healthcare-Associated Infections (HCAI) dan signifikan secara statistik. Perawatan pasien di ruang intensif (OR= 1.322; CI 95% = 0.45 hingga 3.90; p = 0.613) dan kondisi komorbid dengan skor CCI >2 (OR= 2.652; CI 95% = 0.81 hingga 8.66; p = 0.106) meningkatkan risiko kejadian resistensi Acinetobacter baumannii terhadap carbapenem (CRAB) pada pasien Healthcare-Associated Infections (HCAI) meskipun secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan: Riwayat kesesuaian antibiotik sebelumnya dan status fungsional pasien merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya resistensi Acinetobacter baumannii terhadap carbapenem (CRAB) pada pasien Healthcare-Associated Infections (HCAI).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Pulmonologi dan Ked. Respirasi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 08 Mar 2018 16:27
    Last Modified: 08 Mar 2018 16:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39797

    Actions (login required)

    View Item