Eksperimentasi Model Pembelajaran NHT, TSTS, Dan TPS Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Sukoharjo.

SHOLIKHATI, RAHADIAN (2018) Eksperimentasi Model Pembelajaran NHT, TSTS, Dan TPS Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Sukoharjo. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1285Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Rahadian Sholikhati. Eksperimentasi Model Pembelajaran NHT, TSTS, Dan TPS Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Kecerdasan Intrapersonal Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Sukoharjo. Tesis. Pembimbing: Dr. Mardiyana, M.Si. Kopembimbing: Dr. Dewi Retno Sari S., M.Kom. Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe NHT, TSTS, atau TPS; (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan kecerdasan Intrapersonal tinggi, sedang atau rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran, kategori kecerdasan intrapersonal manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik; (4) pada masing-masing kategori kecerdasan intrapersonal, model pembelajaran manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Sampel yang digunakan yaitu 9 kelas dengan jumlah siswa adalah 245 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan intrapersonal. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan intrapersonal terlebih dahulu di uji cobakan. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Uji lanjut ANAVA menggunakan metode scheffe. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan TPS, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang dan rendah, siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan intrapersonal rendah; (3) pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TSTS, siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi dan sedang memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya, siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan intrapersonal rendah, sedangkan siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang dan rendah memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya, pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS, siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang dan rendah, siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa dengan kecerdasan intrapersonal rendah; (4) pada kecerdasan intrapersonal tinggi dan rendah, model pembelajaran kooperatif tipe NHT memiliki prestasi belajar matematika yang sama dengan TSTS dan TPS, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS memiliki prestasi belajar matematika yang sama dengan TPS, pada kecerdasan intrapersonal sedang, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan TSTS memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya, model pembelajaran kooperatif tipe NHT memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada TPS, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada TPS. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, NHT, TSTS, TPS, kecerdasan intrapersonal, prestasi belajar matematika

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 08 Mar 2018 14:08
    Last Modified: 08 Mar 2018 14:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39748

    Actions (login required)

    View Item