Hubungan Konsumsi Kafein dengan Derajat Kontrol Asma pada Pasien Asma Dewasa

BAHARI, MUH ARIF WIRA (2018) Hubungan Konsumsi Kafein dengan Derajat Kontrol Asma pada Pasien Asma Dewasa. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (692Kb)

    Abstract

    Muh. Arif Wira Bahari, G0014160, 2017. Hubungan Konsumsi Kafein dengan Derajat Kontrol Asma pada Pasien Asma Dewasa. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi jalan nafas yang bersifat kronik yang merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tatalaksana untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat asma, salah satunya yang dapat menjadi alternatif ialah kafein. Kafein sendiri memiliki zat kimia theophylline yang memiliki efek sebagai bronkodilator sehingga dapat digunakan sebagai salah satu terapi asma yang dapat meningkatkan derajat kontrol asma. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsumsi kafein dengan derajat kontrol asma pada pasien asma di RSUD Dr. Moeward. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek yang digunakan adalah penderita asma yang berobat jalan di klinik Paru RSUD Dr. Moewardi. Subyek penelitian mengisi kuesioner mengenai konsumsi kafein dan derajat kontrol asma. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling sebanyak 50 responden.Data yang didapat dianalisis menggunakan uji normalitas data shapiro wilk dan uji korelasi pearson. Hasil : Hasil analisis pada 42 sampel penelitian, hasil uji normalitas dengan uji shapiro wilk bahwa skor Asthma Control Test (ACT) terdistribusi normal dengan p= 0,331 dan skor Food Frequency Questionnaire (FFQ) terdistribusi normal dengan p= 0,165. Dengan uji hipotesis non-parametrik, yakni uji korelasi pearson’s didapatkan hasil p= 0,004 yang mana menunjukkan hasil bahwa antara konsumsi kafein dengan derajat kontrol asma terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara keduanya, dengan nilai r= 0,464 yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa antara konsumsi kafein dengan derajat kontrol asma terdapat korelasi yang bernilai positif dan nilai korelasi lemah. Hasil ini sudah mengontrol variabel perancu yaitu penyakit lain, alkohol, merokok, kehamilan, dan obat-obatan. Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi kafein dengan derajat kontrol asma pada pasien asma dewasa dengan hubungan korelasi positif dan kekuatan korelasi lemah. Kata Kunci : Konsumsi Kafein, Derajat Kontrol Asma.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 07 Mar 2018 20:04
    Last Modified: 07 Mar 2018 20:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39730

    Actions (login required)

    View Item