PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI p21,Bcl2, Bax DALAM MENEKAN PROLIFERASI DAN MENGINDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER HEPATOMA (Hep G2)

SALIMAH, KUN (2018) PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI p21,Bcl2, Bax DALAM MENEKAN PROLIFERASI DAN MENGINDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER HEPATOMA (Hep G2). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (590Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang : Karsinoma Hepatoseluler (KHS) merupakan keganasan yang paling sering ke 6 di seluruh dunia, dan merupakan penyebab kematian yang semakin meningkat . Tumor primer di hati sebesar 90 % adalah karsinoma hepatoseluler. Sorafenib telah banyak digunakan sebagai pengobatan kanker hepatoseluler, bekerja dengan menghambat dua jenis kinase yakni profilerasi sel dan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah) di mana keduanya berperan besar dalam proses pertumbuhan.Propolis diketahui memiliki aktivitas anti kanker, melalui induksi apoptosis dan melalui penghambatan proliferasi dalam siklus sel. Bax dan Bcl2 termasuk kelompok famili protein B-cell lymphoma 2 yang berperan sebagai apoptosis jalur intrinsic dimana BCl2 merupakan protein antiapoptosis. P21 merupakan suatu tumor suppresor protein memiliki fungsi utama dalam regulasi terhadap progresi siklus sel. Tujuan Penelitian : Mengetahui efek anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP) yang berasal dari Kerjo, Karanganyar pada kultur sel kanker hepatoseluler (Hep G2) melalui potensinya sebagai antikanker dalam meningkatkan ekspresi protein ekspresi P21, menurunkan ekspresi protein bcl2 dalam menekan apoptosis dan menurunkan proliferasi sel. Metode Penelitian : Merupakan penelitian experimental laboratories, post test with control group design. Dilakukan pada sel Hep G2 dengan perlakuan pemberian konsentrasi EEP (½IC50, IC50, 2IC50), Sorafenib IC50, kombinasi EEP IC50 + Sorafenib IC50, dan kontrol. Pengamatan ekspresi protein Bax, Bcl2, P21 dengan metode imunositokimia ,pengamatan proliferasi sel dengan doubling time, pengamatan apoptosis dengan flowcitometry.. Uji statistik menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji post hoc Tuckey. Dinyatakan bermakna bila p<0,05. Hasil Penelitian : Konsentrasi penghambatan 50 % sel Hep G2 oleh EEP 65,2 μg/mL, dan Sorafenib ( 6,08 μg/mL ) . EEP konsentrasi 2IC50 ( p= 0,001 ) , Sorafenib 1 IC50 ( p=0,001 ), 1IC50 EEP + 1IC50 Sorafenib ( p =0,001) mampu meningkatkan ekspresi protein p21. Konsentrasi 2 EEP ( p=0,040),mampu menurunkan ekpresi protein Bcl2.Hasil uji ANOVA menghasilkan p=0,001, menunjukkan masing-masing kelompok berbeda secara menyakinkan. Kekuatan EEP 2IC50 menghasilkan dampak lebih besar dibanding kelompok lain (p<0,05). Kekuatan EEP 1IC50 setara dengan Sorafenib IC50 dalam menekan proliferasi 24jam (p>0,05). Kekuatan EEP 0,5IC50 setara dengan Sorafenib IC50 dalam menekan proliferasi 48jam (p>0,05). Kekuatan EEP 1IC50 lebih baik dari Sorafenib IC50 dalam menekan proliferasi 72jam (p>0,05). Kesimpulan : Semua konsentrasi EEP meningkatkan ekspresi protein p21, dengan kelompok EEP 2IC50 memberikan efek paling kuat. Semua konsentrasi EEP mampu menurunkan proliferasi sel, dengan kelompok EEP 2IC50, memberikan efek paling kuat. Konsentrasi 2IC50 EEP berpengaruh terhadap penurunan ekspresi protein bcl2 dan apoptosis sel hepatoma. Kata kunci : Ekstrak ethanol propolis, bax,Bcl2, P21, apoptosis, proliferasi, sel Hep G2

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Penyakit Dalam
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 02 Mar 2018 14:51
    Last Modified: 02 Mar 2018 14:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39683

    Actions (login required)

    View Item