Perbedaan Jumlah Koloni Kuman pada Luka Fraktur Terbuka derajat II yang Dirigasi dengan Cairan Garam Fisiologis secara serial

H, IRSYAD ALAMSYAH (2018) Perbedaan Jumlah Koloni Kuman pada Luka Fraktur Terbuka derajat II yang Dirigasi dengan Cairan Garam Fisiologis secara serial. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (51Kb)

    Abstract

    PERBEDAAN JUMLAH KOLONI KUMAN PADA LUKA FRAKTUR TERBUKA DERAJAT II YANG DIIRIGASI CAIRAN GARAM FISIOLOGIS SECARA SERIAL Irsyad AH, Udi H, Untung A, Hari W Abstrak Tujuan Penelitian : Mengetahui kuantitas cairan garam fisiologis yang efektif pada irigasi luka fraktur terbuka derajat II dalam menurunkan jumlah koloni kuman Latar Belakang : Sebagian besar luka pada fraktur terbuka terkontaminasi kuman potensial patogen. Diperkirakan akan terjadi infeksi bila kulit pada tepi luka fraktur terbuka mengandung kuman >105 CFU/ml. Salah satu faktor yang dapat menurunkan insidensi infeksi pada fraktur terbuka adalah debridement yang adekuat. Walaupun irigasi luka merupakan prosedur yang umum dilakukan pada fraktur terbuka, tetapi masih terdapat kontroversi mengenai beberapa detail variabel seperti volume, cara pemberian, dan jenis aditif cairan irigasi yang optimal. Metode Penelitian : Desain penelitian studi eksperimental, subjek penderita fraktur terbuka derajat II yang dilakukan irigasi dan debridement dengan cairan garam fisiologis 3 liter, 6 liter dan 9 liter guna mengetahui berapa kuantitas cairan yang dapat menurunkan jumlah koloni kuman menjadi < 105 CFU/ml Hasil : Selama periode Juli 2016 – Februari 2017 terkumpul 16 orang penderita, Pada 14(87,5%) penderita dengan jumlah koloni kuman ≥ 105 CFU/ml dan terdapat dua (12,5%) penderita yang < 105CFU/ml. Setelah irigasi 3 L, masih didapati kuman yang ≥ 105CFU/ml pada 6 penderita (37,5%), sedangkan pada irigasi 6 L dan 9 L tidak didapati lagi koloni kuman yang ≥ 105CFU/ml (0,0%) Fraktur terbanyak terjadi pada tulang tibia-fibula yang terdapat pada lima penderita (31,2%). Kuman yang banyak ditemukan pada luka fraktur terbuka derajat II adalah Staphylococcus aureus sebanyak 6 (37,5%) Pada perbandingan antara irigasi luka 3L, 6L dan 9L, didapatkan perbedaan bermakna dengan p=0,001, namun efektifitas cairan irigasi terbaik terdapat pada 6 liter yang dibandingkan dengan 9 Liter dengan nilai P = 0,011. Kesimpulan : Irigasi luka dengan cairan garam fisiologis sebanyak 3, 6 dan 9 liter akan menurunkan jumlah kuman secara signifikan. Namun irigasi dengan menggunakan garam fisiologis 6 liter pada fraktur terbuka derajat II efektif dan lebih baik dalam menurunkan jumlah Kata Kunci : Fraktur terbuka, debridement, koloni kuman.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Bedah
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 02 Mar 2018 14:44
    Last Modified: 02 Mar 2018 14:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39681

    Actions (login required)

    View Item