Eksperimentasi Model Guided Discovery Learning (GDL) dan Brain Based Learning (BBL) dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Surakarta

KARTIKANINGTYAS, VALERIA (2018) Eksperimentasi Model Guided Discovery Learning (GDL) dan Brain Based Learning (BBL) dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (916Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik antara model GDL dengan pendekatan kontekstual, BBL dengan pendekatan kontekstual, atau model pembelajaran langsung; 2) manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa climbers, campers, atau quitters; 3) manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa climbers, campers, atau quitters dalam pembelajaran dengan menggunakan GDL dengan pendekatan kontekstual, BBL dengan pendekatan kontekstual, dan model pembelajaran langsung; 4) manakah prestasi belajar matematika yang lebih baik antara penggunaan model GDL dengan pendekatan kontekstual, BBL dengan pendekatan kontekstual, atau model pembelajaran langsung ditinjau dari tipe AQ climbers, campers, dan quitters. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan rancangan faktorial 3×3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak 234 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk memperoleh data kemampuan awal siswa; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data AQ siswa. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi dengan menggunakan uji Bartlett. Setelah itu dilakukan uji keseimbangan dengan menggunakan analisis variansi satu jalan. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikansi 0,01. Uji komparasi ganda dengan metode Scheffe dilakukan setelah uji hipotesis. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model GDL dengan pendekatan kontekstual sama baiknya dengan prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model BBL dengan pendekatan kontekstual. Prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model GDL dengan pendekatan kontekstual lebih baik dari prestasi siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Begitu pula prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model BBL dengan pendekatan kontekstual lebih baik dari prestasi siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung; 2) siswa tipe climbers, campers, dan quitters memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya; 3) pada masing-masing model pembelajaran (model GDL dengan pendekatan kontekstual, BBL dengan pendekatan kontekstual, dan pembelajaran langsung), siswa climbers, campers, dan quitters memiliki prestasi belajar matematika yang sama baiknya; 4) pada masing-masing tipe AQ (quitters, campers, dan climbers), prestasi belajar matematika yang menggunakan model GDL dengan pendekatan kontekstual sama baiknya dengan model BBL dengan pendekatan kontekstual, sedangkan prestasi belajar matematika siswa yang dikenai model GDL dan BBL dengan pendekatan kontekstual lebih baik dari pembelajaran langsung. Kata kunci: GDL, BBL, pembelajaran langsung, kontekstual, AQ, prestasi belajar matematika

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 28 Feb 2018 14:35
    Last Modified: 28 Feb 2018 14:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39662

    Actions (login required)

    View Item