USULAN PERBAIKAN GANGGUAN FIXED TELEPHONE DAN TELKOM FLEXI DENGAN KOMBINASI METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DI WILAYAH DIVRE IV KANDATEL SOLO (PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.Tbk)

NUGROHO , ANDUNG JATI (2007) USULAN PERBAIKAN GANGGUAN FIXED TELEPHONE DAN TELKOM FLEXI DENGAN KOMBINASI METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DI WILAYAH DIVRE IV KANDATEL SOLO (PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.Tbk). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1431Kb)

    Abstract

    Andung Jati Nugroho, NIM : I-0302551. USULAN PERBAIKAN GANGGUAN FIXED TELEPHONE DAN TELKOM FLEXI DENGAN KOMBINASI METODE FAULT TREE ANALYSIS DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DI WILAYAH DIVRE IV KANDATEL SOLO (PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA.Tbk). Skripsi. Surakarta : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2007. Layanan jasa telekomunikasi TELKOM dibangun dalam suatu jaringan fisik yang menghubungkan TELKOM dengan pelanggannya. Permasalahan yang dihadapi adalah tingginya jumlah gangguan pada jaringan lokal akses kabel tembaga (jarlokat), jaringan lokal akses kabel fiber optik (jarlokaf), dan jaringan lokal akses radio (jarlokar). Tahap solusi masalah yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi gangguan telepon pada jaringan metal, fiber optik, dan radio, menentukan langkah-langkah penanganan gangguan telepon yang terjadi di Kandatel Solo, Divre IV Jateng-DIY, memberikan usulan perbaikan pada gangguan telepon berdasarkan hasil analisis dengan FTA dan FMEA. Usulan perbaiakan gangguan jaringan telepon itu menggunakan kombinasi metode fault tree analysis (FTA) dan failure mode and effect analysis (FMEA). Dengan FTA, diidentifikasi fault events yang berkontribusi menyebabkan terjadinya top level event gangguan isolasi jarlokat, gangguan isolasi jarlokaf, dan gangguan alat tidak berfungsi jarlokar. Hasil dari FTA berupa 8 basic events untuk gangguan isolasi jarlokat, 7 basic events untuk gangguan isolasi jarlokaf, dan 6 basic events untuk gangguan alat tidak berfungs jarlokar yang tidak dapat dikembangkan lagi menjadi events yang lebih rendah. Basic events tersebut kemudian di analisis dengan FMEA. Analisis FMEA didasarkan pada nilai risk priority number (RPN) dengan mengetahui menentukan skala severity dari failure effect, skala occurence dari causes, dan skala detection dari control yang dilakukan. Hasil dari FMEA berupa prioritas penyelesaian permasalahan dengan urutan sebagai berikut: drop wire 1x2 putus, rumah kabel korslet, distribution point korslet, trans radio rusak, pesawat telepon rusak, kabel primer putus, dan kabel sekunder putus.. Berdasarkan hasil dari FTA dan FMEA didapatkan usulan perbaikan terhadap masalah gangguan jaringan telepon di Kandatel Solo, Divre IV Jateng- DIY, PT.Telekomunikasi Indonesia.Tbk. Usulan perbaikan itu berupa usulan perbaikan secara prosedural dan usulan perbaikan secara teknis. Kata Kunci : Fault Tree Analysis, Basic Event, Failure Mode And Effect Analysis, Risk Priority Number, Jarlokat, Jarlokaf, Jarlokar, Proses bisnis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Users 829 not found.
    Date Deposited: 14 Jul 2013 20:52
    Last Modified: 14 Jul 2013 20:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3966

    Actions (login required)

    View Item