Struktur, Fungsi, dan Nilai Pendidikan Tradisi Saparan serta Relevansinya dengan Pembelajaran Menulis Cerita Rakyat di SMA

ARWANSYAH, YANUAR BAGAS (2018) Struktur, Fungsi, dan Nilai Pendidikan Tradisi Saparan serta Relevansinya dengan Pembelajaran Menulis Cerita Rakyat di SMA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (169Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dan menjelaskan struktur cerita rakyat tradisi Saparan di Jatinom, Kabupaten Klaten; 2) Fungsi yang terkandung dalam tradisi Saparan di Jatinom, Kabupaten Klaten; 3) Nilai pendidikan yang terdapat dalam tradisi Saparan di Jatinom, Kabupaten Klaten; 4) Relevansi cerita rakyat tradisi Saparan di Jatinom, Kabupaten Klaten dengan pembelajaran menulis pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus yang dilaksanakan di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumen. Adapun cara menguji validitas data adalah dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan tiga komponen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) struktur sastra lisan Cerita Rakyat Ki Ageng Gribig terdiri atas enam unsur, yaitu pencerita, waktu bercerita, tempat bercerita, kondisi dalam bercerita, pendengar cerita, dan versi cerita; 2) fungsi cerita rakyat dan tradisi Saparan sesuai dengan teori William R. Bascom, yaitu: (a) sebagai alat hiburan, (b) sebagai alat pendidikan, (c) sebagai alat mengenang masa lalu, (d) sebagai alat pengendalian sosial, (e) sebagai sarana kepedulian sosial (mempertebal solidaritas dan kebersamaan), dan (f) sebagai alat menyampaikan hal bersifat religius (dakwah); 3) nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita rakyat dan pelaksanaan tradisi Saparan adalah nilai pendidikan religi, toleransi, nilai kerja keras, kreatif, cinta damai, tanggung jawab, pendidikan budaya; 4) Relevansi hasil penelitian ini adalah pada kompetensi dasar menyusun kembali cerita rakyat dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai (moral, sosial, agama, budaya, dan pendidikan) pada kelas X semester ganjil. Sehubungan dengan tujuan penelitian ini, yakni merelevansikan penelitian ini dengan pembelajaran sastra di SMA, maka implikasi penelitian ini ialah sebagai bahan pendukung dan memperkaya referensi dalam pengajaran sastra. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan acuan dalam memahami struktur, fungsi, serta nilai-nilai pendidikan dalam tradisi dan cerita rakyat. Kata Kunci: struktur, fungsi, nilai pendidikan, sastra lisan, Saparan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Bahasa Indonesia - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 27 Feb 2018 12:01
    Last Modified: 27 Feb 2018 12:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39596

    Actions (login required)

    View Item