PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS BIR DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA DOMBA LOKAL JANTAN

Hartini , Sri (2008) PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS BIR DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA DOMBA LOKAL JANTAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (304Kb)

    Abstract

    Kebutuhan bahan pangan asal ternak semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Kebutuhan ini dapat dipenuhi, salah satu dari produk peternakan yang berupa daging domba. Untuk memenuhi permintaan tersebut, perlu upaya peningkatan produktivitas ternak domba sebagai salah satunya alternatif peningkatan produksi daging. Produktivitas ternak domba dipengaruhi oleh faktor pakan. Pakan utama ternak ruminansia, termasuk ternak domba pada dasarnya adalah hijauan, namun demikian domba yang diberi pakan yang berupa hijauan saja tidak akan mampu mencukupi kebutuhan nutriennya, sehingga perlu ditambahkan pakan penguat (konsentrat) yang dapat mencukupi kebutuhan nutrien tersebut. Pada umumnya pakan konsentrat mahal harganya, sehingga perlu dicari bahan pakan lain yang lebih murah tetapi masih memiliki kandungan nutrien yang cukup untuk kebutuhan ternak domba. Salah satu pakan tersebut yaitu ampas bir. Dengan penggunaan ampas bir dalam ransum diharapkan dapat menggantikan sebagian komponen konsentrat, sehingga dapat menurunkan biaya konsentrat. Ampas bir merupakan limbah industri yang dapat digunakan sebagai bahan pakan, karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Untuk mengetahui kemanfaatan ampas bir dalam komponen ransum, dapat dilihat dari nilai kecernaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas bir dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di kandang milik Jurusan/Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di Desa Jatikuwung dari 3 Mei sampai 12 Juli 2007. Materi penelitian terdiri dari 16 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan rata-rata 11,79 ± 0,91 kg. Ransum terdiri dari rumput lapangan, bekatul dan ampas bir. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan empat macam perlakuan dan empat macam ulangan dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba lokal jantan. Perlakuan yang diberikan adalah 60% rumput lapangan + 40% bekatul (P0), 60% rumput lapangan + 30% bekatul + 10% ampas bir (P1), 60% rumput lapangan + 20% bekatul + 20% ampas bir (P2), 60% rumput lapangan + 10% bekatul + 30% ampas bir (P3) dan pemberian pakan 4% dari bobot badan (dalam BK). Hasil penelitian didapatkan data P0, P1, P2, P3 berturut-turut untuk konsumsi bahan kering (g/ekor/hari) adalah 507,37; 550,93; 535,51 dan 493,92, konsumsi bahan organik (g/ekor/hari) adalah 387,96; 393,37; 405,58 dan 377,29, kecernaan bahan kering (%) adalah 61,02; 60,78; 63,42 dan 58,53 persen, kecernaan bahan organik (%) adalah 60,09; 56,77; 59,24 dan 56,99 persen. Penggunaan ampas bir sampai level 30% dalam ransum tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada domba lokal jantan. Kata Kunci : domba lokal jantan, ampas bir, kecernaan, bahan kering dan organik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:18
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3957

    Actions (login required)

    View Item