Hubungan Gangguan Keseimbangan Perifer dan Kualitas Hidup Pasien Lanjut Usia di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

DOEWES, RAZI HAEKAL (2018) Hubungan Gangguan Keseimbangan Perifer dan Kualitas Hidup Pasien Lanjut Usia di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (214Kb)

    Abstract

    ABSTRAK HUBUNGAN GANGGUAN KESEIMBANGAN PERIFER DAN KUALITAS HIDUP PASIEN LANJUT USIA DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Razi Haekal Doewes, Muchsin Doewes, A A Subiyanto Magister Program Studi Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr. Moewardi Surakarta Latar Belakang : Kontrol keseimbangan merupakan fungsi sensoris-motorik komplek yang memerlukan informasi terintegrasi dari sistem vestibuler, visual dan somatosensori. Lansia lebih berisiko mengalami gangguan keseimbangan perifer. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan penyebab gangguan keseimbangan perifer tersering pada lansia. Gangguan keseimbangan dikaitkan dengan risiko terjadinya jatuh yang akan berdampak masalah psikososial. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan : Mengetahui hubungan gangguan keseimbangan perifer dan kualitas hidup pasien lansia di RSUD dr. Moewadi Surakarta Metode dan Penelitian : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional. Pemeriksaan uji Romberg dan Stepping Test dilakukan pada 25 subjek penelitian. Kualitas hidup pasien diukur menggunakan skor Dizziness Handicap Inventory (DHI) Hasil Penelitian : Dari Hasil Uji Romberg dan Stepping Test didapatkan 15 orang (60,0%) mengalami gangguan keseimbangan perifer, 10 orang (40,0%) tidak mengalami gangguan keseimbangan perifer. Kualitas hidup lansia yang mengalami gangguan keseimbangan perifer berdasarkan DHI didapatkan rata-rata skor DHI 72,53 jauh di atas rata-rata skor DHI pada lansia yang tidak mengalami gangguan keseimbangan 37,20 (p =0,004). Lansia dengan gangguan keseimbangan perifer sebagian besar dikategorikan memiliki keterbatasan berat (severe handicap) sebanyak 12 orang (80,0%), keterbatasan sedang (moderate handicap) 2 orang (13,3%) dan keterbatasan ringan (mild handicap) 1 orang (6,7%). Kesimpulan : ada hubungan kuat antara gangguan keseimbangan perifer dan kualitas hidup pada lansia. Kata Kunci : Gangguan keseimbangan perifer, lansia, Dizziness Handicap Inventory

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 12 Feb 2018 14:22
    Last Modified: 12 Feb 2018 14:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39484

    Actions (login required)

    View Item