Valuasi Ekonomi Kawasan Taman Hutan Raya Bunder di Gunungkidul Yogyakarta Melalui Pendekatan Nilai Ekowisata dengan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM)

ANSHORI, IKHSAN (2018) Valuasi Ekonomi Kawasan Taman Hutan Raya Bunder di Gunungkidul Yogyakarta Melalui Pendekatan Nilai Ekowisata dengan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (423Kb)

    Abstract

    ABSTRAK IKHSAN ANSHORI A131408005. Valuasi Ekonomi Kawasan Taman Hutan Raya Bunder di Gunungkidul Yogyakarta Melalui Pendekatan Nilai Ekowisata dengan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). TESIS. Pembimbing I: Dr. Evi Gravitiani, SE., M. Si. Pembimbing II: Dr. Sunarto, MS. Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa, baik alami maupun buatan, jenis asli dan/atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman Hutan Raya Bunder terletak di Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan pilihan yang tepat dalam melakukan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, yang sekaligus untuk mendukung spesifikasi Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya dan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi kawasan Taman Hutan Raya Bunder melalui pendekatan nilai ekowisata secara tidak langsung maupun teknik pengukuran langsung, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan ke Taman Hutan Raya Bunder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Perhitungan nilai ekonomi Taman Hutan Raya Bunder secara tidak langsung menggunakan metode biaya perjalanan (Travel Cost Method), sedangkan secara langsung menggunakan metode valuasi kontigensi (Contingent Valuation Method) yaitu suatu metode survei untuk menanyakan penduduk tentang nilai atau harga yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak memiliki pasar seperti Taman Hutan Raya Bunder. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi dari Taman Hutan Raya Bunder dengan pendekatan ekowisata berdasarkan Travel Cost Method sebesar Rp33.137.961.450,00 per tahun dan berdasarkan Contingent Valuation Method sebesar Rp72.099.820,84 per tahun. Tahura Bunder memiliki nilai ekonomi yang cukup besar yang diharapkan menjadi cara yang efektif dalam mereduksi pemahaman yang keliru tentang kecilnya nilai ekonomi kawasan konservasi dibandingkan dengan bentuk pemanfaatan lainnya. Dengan demikian keberadaannya sebagai kawasan pelestarian alam layak dipertahankan dan dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan sebagai warisan untuk generasi yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kunjungan ke Taman Hutan Raya Bunder adalah umur, jarak lokasi dan biaya perjalanan. Pengunjung sebagian besar remaja dan berasal dari sekitar lokasi, sehingga untuk pengembangan selanjutnya dalam rangka meningkatkan kunjungan terhadap Taman Hutan Raya Bunder perlu diperhatikan terhadap sarana prasarana penunjang, atraksi daya tarik seni dan pertunjukan budaya lokal serta pelayanan terhadap pengunjung yang ditujukan untuk manarik segmen remaja dan masyarakat sekitar. Kata kunci : Taman Hutan Raya Bunder, Valuasi Ekonomi, Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 07 Feb 2018 13:56
    Last Modified: 07 Feb 2018 13:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39448

    Actions (login required)

    View Item