Eksperimentasi Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan Think Pair Share (TPS) pada Prestasi Belajar Matematika dan Disposisi Matematis dengan Materi Pokok Segiempat dan Segitiga Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2016/2017

PUTRA, ARIEF KARUNIA (2018) Eksperimentasi Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan Think Pair Share (TPS) pada Prestasi Belajar Matematika dan Disposisi Matematis dengan Materi Pokok Segiempat dan Segitiga Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2016/2017. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1159Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif TSTS, model pembelajaran kooperatif TPS, dan model pembelajaran langsung, (2) model pembelajaran yang menghasilkan disposisi matematis yang lebih baik antara siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif TSTS, model pembelajaran kooperatif TPS, dan model pembelajaran langsung, (3) prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik, (4) disposisi matematis yang lebih baik antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik, (5) pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik, (6) pada masing-masing model pembelajaran, disposisi matematis yang lebih baik antara siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik, (7) pada masing-masing kategori gaya belajar siswa, prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif TSTS, model pembelajaran kooperatif TPS, dan model pembelajaran langsung, dan (8) pada masing-masing kategori gaya belajar siswa, disposisi matematis yang lebih baik antara siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif TSTS, model pembelajaran kooperatif TPS, dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Sleman tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 284 siswa. Teknik analisis data menggunakan MANOVA dua jalan dengan sel tak sama, analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe. Dari hasil analisis disimpulkan (1) model pembelajaran TSTS menghasilkan prestasi belajar yang sama baiknya dengan model pembelajaran TPS, sedangkan model pembelajaran TSTS dan TPS menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (2) disposisi matematis siswa yang diberikan model pembelajaran TSTS sama baiknya dengan model pembelajaran TPS dan disposisi matematis siswa yang diberikan model pembelajaran TSTS dan model pembelajaran TPS lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (3) prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual lebih baik daripada auditorial maupun kinestetik dan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar auditorial menghasilkan hasil yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik, (4) disposisi matematis siswa dengan gaya belajar visual menghasilkan hasil yang sama dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, disposisi matematis siswa dengan gaya belajar visual menghasilkan hasil yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan disposisi matematis siswa dengan gaya belajar auditorial menghasilkan hasil yang sama dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik, (5) pada model pembelajaran TSTS, TPS, dan model pembelajaran langsung, prestasi belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar auditorial maupun kinestetik dan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar auditorial menghasilkan hasil yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik, (6) pada model pembelajaran TSTS, TPS, dan model pembelajaran langsung, disposisi matematis siswa dengan gaya belajar visual menghasilkan hasil yang sama dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, disposisi matematis siswa dengan gaya belajar visual menghasilkan hasil yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan disposisi matematis siswa dengan gaya belajar auditorial menghasilkan hasil yang sama dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik, (7) pada kategori gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, model pembelajaran TSTS menghasilkan prestasi belajar yang sama baiknya dengan model pembelajaran TPS, sedangkan model pembelajaran kooperatif TSTS dan TPS menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (8) pada kategori gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, disposisi matematis siswa yang diberikan model pembelajaran TSTS sama baiknya dengan model pembelajaran TPS dan disposisi matematis siswa yang diberikan model pembelajaran TSTS dan model pembelajaran TPS lebih baik daripada model pembelajaran langsung.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 07 Feb 2018 12:47
    Last Modified: 07 Feb 2018 12:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39431

    Actions (login required)

    View Item