SINKRONISASI ESTRUS SECARA SUBMUKOSA VULVA DAN INTRAMUSKULAR MENGGUNAKAN HORMON PGF2ALFA DAN GnRH TERHADAP TAMPILAN ESTRUS SAPI SIMMENTAL-PO

N, MUSTIKANINGSIH K (2018) SINKRONISASI ESTRUS SECARA SUBMUKOSA VULVA DAN INTRAMUSKULAR MENGGUNAKAN HORMON PGF2ALFA DAN GnRH TERHADAP TAMPILAN ESTRUS SAPI SIMMENTAL-PO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (133Kb)

    Abstract

    SINKRONISASI ESTRUS SECARA SUBMUKOSA VULVA DAN INTRAMUSKULAR MENGGUNAKAN HORMON PGF2ALFA DAN GnRH TERHADAP TAMPILAN ESTRUS SAPI SIMMENTAL-PO Mustikaningsih Khoirun Nisa H0513098 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan onset estrus sapi Simmental-PO yang di sinkronisasi menggunakan hormon PGF2α dan GnRH secara submukosa vulva dan intramuskular. Penelitian dilaksanakan di Mini Farm Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada tanggal September 2016 sampai Februari 2017. Materi yang digunakan adalah 8 induk sapi Simmental-PO. Metode penelitian dan desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan sampel. Perlakuan pada penelitian ini adalah P1 = injeksi intramuskular 1 dosis PGF2α dan GnRH 1 dosis; P2 = injeksi submukosa vulva 1 dosis PGF2α dan GnRH 1 dosis; P3 = injeksi submukosa ½ dosis PGF2α dan GnRH ½ dosis. Peubah penelitian ini meliputi deteksi menggunakan heat estrous detector, onset estrus, lama estrus, dan ereksi uterus. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa injeksi PGF2α dengan metode submukosa vulva dan intramuskular tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap onset estrus, lama estrus, ereksi uterus dan deteksi menggunakan heat estrous detector. Hasil anova heat estrous detector yaitu P1 241,00±22,34; P2 252,00±24,56; dan P3 229,50±26,16; ereksi uterus P1 3,00±0,00; P2 2,33±0,57; dan P3 3,00±0,00. Hasil analisis deskriptif diperoleh rerata onset estrus dan lama estrus pada sapi Simmental-PO yaitu P1 67,00±1,73 jam dan 29,00±4,58 jam; P2 67,00±1,73 jam dan 29,00±1,73 jam; P3 66,00±0,00 dan 31,50±2,12 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian hormon PGF2α dengan metode intramuskular 1 dosis, submukosa vulva 1 dosis dan submukosa vulva 0,50 dosis menghasilkan respon yang sama terhadap tampilan estrus sapi Simmental-PO. Kata kunci : Sapi Simmental-PO, Sinkronisasi estrus, PGF2α, Submukosa vulva, Intramuskular, Onset estrus.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 01 Feb 2018 08:22
    Last Modified: 01 Feb 2018 08:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39409

    Actions (login required)

    View Item