SEJARAH SENI PERTUNJUKAN "WAYANG KAMPUNG SEBELAH" TAHUN 2001-2016

R, LISTUSISTA ANGGENG (2018) SEJARAH SENI PERTUNJUKAN "WAYANG KAMPUNG SEBELAH" TAHUN 2001-2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (185Kb)

    Abstract

    Listusista Anggeng Rasmi. C.0513027. 2017. Sejarah Seni Pertunjukan “Wayang Kampung Sebelah” Tahun 2001-2016. Skripsi Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas mengenai latar belakang lahirnya seni pertunjukan Wayang Kampung Sebelah (WKS). Penelitian ini mendiskripsikan perkembangan seni pertunjukan Wayang Kampung Sebelah beserta peranannya sebagai seni pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu heuristik (pengumpulan sumber) yang berupa arsip dokumentasi WKS dari Sanggar Purbakayun, surat kabar sezaman,buku-buku referensi, dan wawancara dengan berbagai pihak, antara lainpenggagas berdirinya WKS, anggota tim WKS, penggemar WKS, dan dosen pedalangan. Tahap selanjutnya adalah kritik sumber, yaitu menganalisis keaslian dan kevalidan dari sumber yang digunakan baik tertulis maupun lisan. Kemudian tahap interpretasi adalah tahap menganalisis data yang diperoleh sehingga memperoleh fakta-fakta. Tahap terakhir adalah historiografi, yaitu menyajikan fakta-fakta yang diperoleh dari sumber-sumber yang valid menjadi suatu penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ini,menunjukkan bahwa keberadaan kesenian WKS dilatarbelakangi oleh gerakan budaya, yaitu melakukan kritik terhadap manajemen pertunjukan wayang klasik yang dianggap kurang dalam aspek komunikasi dengan masyarakat, dan lebih mengutamakan hiburandibandingkan nilai edukasinya.WKSmengangkat kisah realitas kehidupan masyarakat modern secara lebih lugas dan bebas tanpa harus terikat oleh norma-norma estetik.WKSlahirdi kota Surakarta dan melakukan pentas perdananya di TBS. Pendiriannya dipelopori oleh Jliteng Suparman, yaitu dalang wayang klasik dan dibantu oleh beberapa kesenian lain asal Surakarta. WKS telah mengalami perkembangan, terutama dari aspek lagu, cerita, musik pengiring, maupun anggota tim. WKSsebagai seni pertunjukan kontemporer,mempunyai berbagai peran bagi masyarakat yang menontonnya, yangmeliputi peran dalambidang pendidikan, peran sosial, dan dalam bidang komunikasi. Kesimpulannya, WKS merupakan wayang kulit kontemporer yang bebas, tanpa ada standar pakem, melainkanmenciptakan aturan sendiri yaitudengan membuat alternatif baru pertunjukan wayang kulit yang dapat menyampaikan kritik sosial secara terbuka dan sebagai sarana edukasi masyarakat. Kata Kunci:Wayang, WKS, Surakarta, Peran, Sosial.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 01 Feb 2018 07:10
    Last Modified: 01 Feb 2018 07:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39396

    Actions (login required)

    View Item